Pura-Pura Rebahan
“Ya sudah kalau gitu. Hhmm ... saya itu mau jualan ke desa sebelah, cuma motor saya habis bensinnya, bisa gak pinjam uangmu buat beli bensin, Vio? Kalau parfum udah laku, langsung tak bayar hari ini juga deh .... “ Mata Bu RT merem melek kayak kelilipan.
Asyem dah, aku menghela napas panjang. ‘Kan, ‘kan ... benar, sepertinya selain jadi penulis dan kaum rebahan, aku juga bisa jadi dukun deh. Heran, satu kompek hobynya bisa sama begini, sama-sama suka mencari mangsa untuk diperdaya.
“Gimana, Vi, 50ribu aja kok,” todong Bu RT yang tubuhnya padat berisi, mirip pesumo.