Suami Terbaikku
"Eum, Shaf?"
"Heum?"
"Jangan bercanda dulu, ya? Kali ini aku mau ngomong serius."
"Lagi?" ucap Shafa dengan penekanan.
"Aku udah bilang, 'kan, sama kamu? Aku akan berusaha dapetin kamu selagi kamu bukan milik siapapun." Rendi meraih tangan Shafa. "Aku cinta sama kamu Shaf. Itu hal wajar karena kita udah temenan sejak masih sekolah. Hampir setiap hari aku liat wajah cantik kamu, senyum manis kamu, cium harum tubuh kamu, dan semua hal yang ada di diri kamu itu bikin aku makin jatuh cinta setiap harinya. Sejujurnya aku udah enggak sanggup menampung perasaan ini lagi, Shaf. Tapi, aku bingung gimana cara meluapkannya. Selama ini ungkapan rasa cinta aku yang berkali-kali terucap, itu semua enggak
Bab Populer