Rest Area
Dan tampaknya dia belum membaca pesan itu hingga kini.
Jujur saja aku merasa kehilangan. Aku seperti telah ditinggalkan oleh sahabatku. Aku pernah merasakan ini sebelumnya. Ditinggalkan tanpa alasan yang jelas oleh sahabatku ketika SMP. Namanya Iris. Dia satu kelas denganku ketika kelas tujuh dan delapan. Namun, saat kelas sembilan kami berbeda kelas. Bukan hanya berbeda kelas, tapi juga berbeda tujuan. Dia berubah. Dia yang awalnya sangat peduli padaku, saat itu dia mengabaikanku. Jangankan untuk bertegur sapa saat bertemu, menoleh saja ketika kita berpapasan dia ogah. Aku sering memikirkan, kiranya apa kesalahanku hingga membuat kita jadi berjarak. Namun, aku jadi pusing sendiri memikirkan
Capítulos Populares