RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI
"Ambillah satu. Tapi ingat, buah ini akan menunjukkan jati dirimu. Jika niatmu palsu, ia akan membusuk dalam genggamanmu."
Fikri memetiknya, dan tak ada yang terjadi. Apel itu tetap segar, harum, dan terasa hangat seperti baru keluar dari sinar matahari. Ia tersenyum. Ia tahu, ini langkah pertama dari banyak kejutan yang akan datang. Dengan hati-hati, ia menyimpan apel itu dalam kotak kaca kecil dan segera turun kembali menuju kota, tak sabar untuk membawanya pulang ke rumah dan menanamnya di ruang ajaib yang sudah menantinya.
Hot Chapters