Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Kitab-kitab ini bukanlah buku biasa yang bisa kau baca. Mereka adalah wadah pengetahuan murni. Kau harus menyerapnya perlahan, bagian demi bagian, lalu mempraktikkannya. Seperti bayi yang belajar berjalan. Sekarang, kita mulai dari dasar. Menguasai dirimu sendiri.”
Joko mengangguk pelan, masih merasa sedikit pusing. ‘Apa yang harus kulakukan?’
“Kau sudah tahu caranya,” jawab Khodam itu, nadanya kini seperti seorang guru yang sangat ketat. “Kau sudah berhasil memisahkan kesadaranmu dari tubuh kasarmu. Yang ada di sini, di alam batin ini, adalah jiwamu. Yang kau lihat sebagai ‘dirimu’ di sini hanyalah proyeksi mental dari kesadaranmu. Tapi itu belum murni. Kau masih terikat.”