Gairah Liar Perselingkuhan
“Kai, serius. Jangan terlalu keras sama diri sendiri. Ayolah kita nikmatin saja malam ini.”
Namun, di tengah semua godaan itu, ada sesuatu yang lebih kuat yang merayap di dalam diriku. Sebuah kesadaran. Aku tidak bisa tetap di sini. Semua kata-kata mereka, hanya membuat pikiranku semakin kalut. Aku butuh otak yang jernih untuk memikirkan semua ini. Aku tidak bisa membiarkan diri tenggelam lebih dalam dalam permainan ini.
Dengan nafas berat, aku bangkit dari tempat tidur, melepaskan sentuhan Isvara dari lenganku. “Aku nggak bisa,” ucapku dengan suara serak namun tegas.