Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)
“Capek ngomong sama Ibu. Dari kemarin sudah aku jelaskan bagaimana. Masih saja itu dibahas.”
“Bagaimana nggak bahas coba, mana gaji seorang ustadzah biasa berapa tahun kemudian bisa beli ruko.”
“Ibu, ruko itu atas nama Salsa,” sela Salwa lirih.
“Sama saja.”
“Beda, Bu,” teriak Salman. Ia menjauh. “kita pulang, Mi.”
“SALMAN!” bentak Munajah. Ia ikut berdiri. “Kamu selalu begini. Kabur dari masalah. Akhirnya ga selesai-selesai.”