Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu
Helai demi helai jatuh ke lantai putih rumah sakit seperti dedaunan yang gugur dan tak lagi mampu bertahan pada dahannya.
Gabriella duduk dengan tenang meski sorot matanya tak bisa berbohong, bahwa di balik jubah tipis rumah sakit itu ia sedang ketakutan.
Saat semuanya usai, Samantha kembali memeluk dan menggendong Gabriella. Mencoba membesarkan hatinya kala gadis kecil itu bertanya, “Nanti rambutnya akan tumbuh lagi ‘kan, Ma?”
Tenggorokan Samantha tercekat, “Iya,” balasnya serak. “Tumbuh lebih cantik, Sayang. Sebelum kamu, ada yang rambutnya lebih dulu dipotong, dan sekarang mereka sembuh.”
Hot Chapters