Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

"Gue gak kepicirit! Sialan lu!" " ... tapi ... " Percakapan mereka terhenti, karena tiba-tiba ada pengumuman melalui pengeras suara di dalam ruangan tempat acara berlangsung. Alunan musik dihentikan seketika, lalu disusul seseorang maju ke atas pentas dengan raut muka muram. "Selamat malam rekan-rekan semua. Maaf, acara terganggu sejenak karena ada kabar yang harus saya sampaikan. Baru saja saya mendapat informasi dari salah seorang rekan kita yang baru datang, bahwa ... salah seorang teman tercinta kita ... Saudara Abdul Hamid atau biasa kita panggil Dul, beberapa jam yang lalu telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Kronologisnya, saat menuju tempat ini, kendaraan angkutan umu
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai sambutan orang meninggal
Baca
+Pustaka
Merayakan Kehilangan

Merayakan Kehilangan

Segera bersyukur kepada Tuhannya _Yesus_ “Oh, aku benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana menunjukkan rasa berterima kasih kepadamu, ini! Ambillah beberapa uang ini!” ucap Jennie sambil menyodorkan beberapa lembaran uang pecahan seratus ribu kepada Ari. “Sama-sama!” terang Ari, kemudian membalikkan badan tanpa melihat ke belakang lagi. Melenggang pergi meninggalkan Jennie yang mungkin merasa trauma, atau biasa saja.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sambutan orang meninggal
Baca
+Pustaka
Satu Kali Lagi, Mas

Satu Kali Lagi, Mas

Ia menghela napas panjang layaknya orang yang sudah banyak makan asam garam kehidupan. “Bahagia itu hak semua orang, Mbak. Kita gak perlu menunda kebahagiaan sendiri demi orang lain,” jawab pria paruh baya itu tenang. “Begini lho Mbak, Misalnya kalau kita mati. Orang yang sayang sama kita bakal cuma nangis sebentar, mendoakan, tapi gak ada yang mau ikut dikubur, kan?” Shanum sedikit tersentak mendengar ucapan brutal itu.
1096.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai sambutan orang meninggal
Baca
+Pustaka
Terjerat Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Terjerat Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Semua kata-kata hiburan sepertinya tidak berarti di hadapan kematian. Mobil berhenti di pintu masuk rumah sakit. Wanita tua itu keluar dari mobil sambil membawa banyak kue ayam tradisional. Dia berdiri di pintu masuk rumah sakit, lalu terus melambai pada Amel dan Dimas. Dia baru masuk ke rumah sakit setelah mobil Dimas hilang dari pandangannya. "Hah, kalau Kakek benar-benar meninggal, Nenek yang ditinggal sendirian pasti akan sangat menderita." Amel hanya bisa menghela napas.
9.326.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 795 kali sebagai sambutan orang meninggal
Baca
+Pustaka
Raja Gangster Perkasa Diperebutkan Istri dan Mertua

Raja Gangster Perkasa Diperebutkan Istri dan Mertua

"Mereka meninggal karena apa? Sakit atau terjadi sesuatu pada mereka atau..." "Yang kedua, sayang. Mereka meninggal karena sesuatu terjadi pada mereka. Sesuatu yang amat buruk, tragis dan mengenaskan!" Sambar Topan cepat penuh penekanan pada setiap kata yang terlontar keluar dari mulutnya. Di saat yang sama, wajahnya mengeras, sampai otot-otot lehernya menyembul keluar ke permukaan kulit.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai sambutan orang meninggal
Baca
+Pustaka
Kontrasepsi di Kamar Adikku

Kontrasepsi di Kamar Adikku

Nanti malam ada acara syukuran tujuh harian emak, sedang di sana ada Saquina yang membutuhkan aku. [Waalaikumussalam, saya lagi di kampung, Mbak. Ibu saya meninggal] send. [Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dari hari yang paling dalam, kami dan keluarga turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah. Semoga Allah menempatkannya di tempat yang paling indah bersama orang-orang beriman, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini. Aamiin.] balasnya lagi.
1085.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai sambutan orang meninggal
Baca
+Pustaka
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Mas Ubay membantuku bangun. "Iya, Mas." Aku jadi kepikiran dengan kebiasaan warga desa ini yang mengadakan makan besar saat ada orang meninggal, bahkan seperti acara pernikahan. Bagaimana jika orang uang meninggal itu tidak memiliki ahli waris? Atau dia orang yang nggak mampu secara finansial? Apakah tetap ada acara seperti ini juga? Kalau iya, sungguh kasihan.
18.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 600 kali sebagai sambutan orang meninggal
Baca
+Pustaka
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Beras orang mati, begitu Ibu menyebutnya, beras itu di kunyah sampai hancur sebelum kemudian mendarat lagi menjadi coretan putih di kening Mila. Kebiasaan di kampung Mila adalah ketika sudah ada yang meninggal, biasanya akan di susul oleh delapan orang lainya secara bergantian. Tidak akan berhenti sebelum sembilan orang meninggal, anak kecil, remaja, dewasa, dan tua. Pokoknya jumlahnya sembilan, barulah akan berhenti. Mery adalah yang pertama, kini Pak Makruf yang tidak ada, hanya berselang tiga hari setelah kepergian Mery.
1076.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai sambutan orang meninggal
Baca
+Pustaka
Aku Tak Ingin Suamiku Tahu Aku Kaya

Aku Tak Ingin Suamiku Tahu Aku Kaya

Kataku, dengan beberpa penekanan, namun tetap mencoba memelankan suara, agar tak terjadi keributan di saat seperti ini. Mereka semua seketika diam ketika kuhampiri dan saling colek satu sama lain, salah tingkah. "Nah, sebaiknya ibu-ibu juga disini jiga inget-inget soal umur, bisa jadi besok-besok kita yang ada di posisi almarhum. Meninggal. Umur gak ada yang tau. Jadi, kurang-kurangin deh ghibahin orang lain!" Lanjutku lagi mengingatkan mereka. Kesal.
889.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai sambutan orang meninggal
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Abang (Abang Angkat)

Menikah Dengan Abang (Abang Angkat)

Ia sungguh licik, membunuh seseorang dengan kedok kecelakaan. “Mas Dendi ... saya mengerti apa yang Mas alami sekarang. Tapi, Mas Dendi harus ingat, yang sudah terjadi tidak bisa kembali terulang. Apalagi orang yang sudah meninggal. Kasihan almarhum, kalau ada orang yang belum mengikhlaskannya. Maaf, Mas. Saya hanya mendengar dari khutbah saat shalat Jumat.” Menyeka air mata, menarik napas panjang, dan berdiri. Benar yang dikatakan Pak Supri, kasihan Ayah kalau aku terus-terusan meratapi kepergiannya. Semoga Ayah bahagia di sana. Aamiin.
10102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai sambutan orang meninggal
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Isabella
nofel yg benar benar keren bikin ngakak tingkah si Dion dan si Dendy . ada kocaknya. ada manisnya ada romantisnya ada genre nya pokoknya komplit ....pokoknya keren keren keren. ku tunggu nofelnya yg lain thoer
Afdan
Bab Sakit...knpa ayu harus nangis kan emang salah dia sendiri tuh knpa sih thor lembek amat bisa aja buat si ayu liat ponselnya trus liat chatnya..kn dia yang mulai kata firman ajak nonton udah pasti abngnya marah bilang gitu..trua ayu knpa nangis punca masalah dirinya yang cipta..Lol
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status