Kepolosanku Direnggut
" Adam, Samuel, Kevin, gendis, nisaa. Baik yang saya panggil tolong maju kedepan! Harus ada konsekuensi yang kalian terima."
Nisa kaget, tercengang. Ia sudah mengumpulkan di ketua kelas secara langsung, apa mungkin jatoh apa mungkin ga kehitung?
"Loh, pak Ramli. Saya sudah mengumpulkan mungkin bapak salah sasaran, kalo tidak percaya tanya sama rain pak." Nisa gugup, tidak sanggup bicara karena dilanda takut. Ia takut pak Ramli menghukum Nisa secara keji, meskipun dibilang guru.
Bab Populer