Kultivator Inti Semesta
Maka dari itu, untuk menguji kedalaman yang belum bisa ia pahami, ia memutuskan untuk menggunakan senjata terbaiknya.
Tangannya perlahan terangkat, dan dari dalam lengan jubahnya, sebuah pedang berwarna merah menyala muncul. Pedang itu tampak sederhana, namun pancaran yang keluar dari bilahnya membuat malam menjadi lebih terang. Ada aura panas yang menyelimuti pedang tersebut, seolah setiap helaian udara di sekitarnya terbakar dalam diam.
“Bocah,” katanya sambil membentuk segel tangan dengan satu tangan lainnya, “jangan senang dulu.”
Bab Populer