Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ssst, Diam Pak Boss!

Ssst, Diam Pak Boss!

tanyanya, nada suaranya campuran antara ejekan dan rasa ingin tahu. Lola membeku sejenak, dahinya perih karena sentilan itu. ‘Apa sih ini orang?!’ pikirnya, matanya menyipit marah. “Kenapa?” balasnya, suaranya ketus. “Jangan salah paham, Pak. Saya punya baju lain kok. Cuma… cuma ini konsep baru. Sleepwear goes to office. Saya kepikiran ide ini tadi malam, terus saya realisasikan sekarang.” Dia mengangkat dagu, berusaha tampak percaya diri meski wajahnya memanas karena malu.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as satu pack
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Hanya saja aku tak lagi menemaninya makan. Enggan rasanya mengajak pria itu berdamai duluan. Jika ia ingin menyudahi perang dingin ini, dialah yang harusnya minta maaf duluan. *** Siang itu aku sedang merapikan isi lemari Mas Adry. Kulihat kemeja batik berwarna hijau masih terbungkus plastik. Aku yakin, kemeja itulah yang dibelinya tadi malam bersama Audi.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as satu pack
Read
+Library
TARO

TARO

Ah, lupakan. “Satu taro dan cerepes greentea, selamat menikmati dan jangan lupa berkunjung kembali.” Cepat kuraih satu cup taro dan crepes yang hanya dibungkus dengan pegangan kertas. Hell, tidak bisakah aku mendapatkan plastik sebagai wadah? Tak mau ambil pusing, sebisanya aku menampung taro dan crepes di tanganku bersamaan dengan tas dan juga dompet yang menyesakki lengan bahu, tangan kanan dan kiriku.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as satu pack
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

Reandra mencoba tersenyum tipis. “Aku harap kau bisa memahami keadaanku. Karena sikapku yang seperti ini semata-mata agar aku segera bisa mengeluarkan adikku dari tempat entah di mana itu,” ucap Juna. “Adik?” “Ya. Adik yang sangat aku sayangi, Sabitah Nayanika....” ***
102.6K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as satu pack
Read
+Library
Tak Cukup Satu Lauk

Tak Cukup Satu Lauk

Tanya mamak pada bapak. "Apa mak?" Tanya bapak balik. "Nafkah" jawab mamak singkat. Bapak mengeluarkan 3 lembaran merah lalu di serahkan ke mamak. "300.000 ribu aja pak?" Mamak menautkan alisnya. "Alhamdulillah mak" jawab bapak. "Cukup apalah uang segini, beli lauk pauk habislah sehari" mamak memasukkan kasar uang itu ke dalam kantung dasternya. Lalu meninggalkan kami bertiga masuk ke dalam kamar.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as satu pack
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status