Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Neraka untuk Maduku

Neraka untuk Maduku

Sania menghempaskan bobot tubuhnya di kursi depan mejaku. "Yang paket meriah, penjualan naik terus." Sania kembali menambahkan. "Pada bilang, baru nemu makanan enak tapi murah, dengan porsi mantap." Paket meriah, memang baru keluar bulan ini. Paket yang terdiri dari ayam bakar atau goreng ukuran sedang, urap sayur tambah lalapan dan sambal, plus minuman. Dengan harga cukup murah.
106.5K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as satu pack
Read
+Library
Satu Juta Semalam

Satu Juta Semalam

Cara licik kembali Tamara pakai, berlagak menyiapkan camilan juga secangkir teh hangat untuk pak Gama, namun di dalamnya sudah di masukkan sebuah obat tidur agar pak Gama segera memejamkan mata. "Kok rasanya pusing ya?" Pak Gama memegang dahinya. "Kenapa sayang?" Tamara kembali memakai topeng palsu seolah olah baik. "Aku mendadak ngantuk sayang" Keluh pak Gama. "Mungkin kamu kecapekan, ayo aku antar ke kamar" Bujuk Tamara memapah pak Gama. "Benar" Usai memastikan pak Gama tidur, Tamara bersiap dengan pakaian tidur yang sangat tipis. Tak lupa dia memoleskan bedak juga lipstik merah, memakai parfum cukup banyak.
767 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as satu pack
Read
+Library
Nyonya Satu Miliar

Nyonya Satu Miliar

"Apa isi semua itu?" "Hm, pakaianku," jawab Leo. Pria itu berbohong, sebenarnya yang ada di dalam koper itu adalah berkas-berkas dan dokumen penting yang harus dia kerjakan, Leo tidak ingin memberitahu Khania karena khawatir membuat gadis itu merasa tidak enak. "Banyak sekali, padahal yang kau pakai itu-itu saja," ledek Khania. Leo menahan senyumnya saat mendengar penuturan Khania. Gadis itu benar, meski pria itu memiliki puluhan lusin pakaian, tapi yang dia pakai hanya beberapa dan cenderung berulang kali di gunakan.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as satu pack
Read
+Library
Aku Bukan Satu-Satunya

Aku Bukan Satu-Satunya

Luna bisa melihat rasa cinta di mata Alan, tetapi entahlah mengapa pria itu berkhianat di belakang Amira. “Pak... Pak...” Luna memanggil Pak Satpam yang kebetulan lewat di depannya. Pak satpam ini sangat akrab dengan Amira dan juga Luna. Biasanya Amira selalu menyapa pak satpam saat baru datang ke kantor atau mau pulang dari kantor. “Lihat Amira gak, Pak?” tanya Luna kepada Pak Satro, satpam penjaga kantor ini. “Oh tadi ada yang jemput, Mbak Lun.”
9.670.1K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as satu pack
Read
+Library
Satu Set Gamis Mewah

Satu Set Gamis Mewah

Sementara Astri hanya mengangguk. "Itu tok yang kamu beli?" tanya Steven seraya menunjuk pakaian yang istrinya pegang. "Nunggunya udah lama, tapi cuma tiga potong baju yang kamu ambil." Steven berjalan menuju deretan pakaian yang ada di hadapannya itu. Tanpa pikir dua kali, Steven mengambil sepuluh potong baju untuk wanita hamil dan juga menyusui, ia tahu istrinya pasti akan butuh.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 583 Times as satu pack
Read
+Library
Sepaket Luka & Penawarnya

Sepaket Luka & Penawarnya

Lelaki itu menyeringai, melangkah mendekat dengan tatapan tak bisa ditarikan. “Pa–pak … apakah tawaran itu masih berlaku?” tanya Binar dengan bibir bergetar dan wajah pucat pasi. Alih-alih menjawab, lelaki itu justru memegang pingggng ramping perempuan di hadapannya—lalu memiringkan wajah. Napas Binar tercekat, tanpa sadar memejamkan mata. “Tentu saja masih, tapi apa kamu bisa melayani saya dengan kondisi seperti ini, hm?” tanya Asta serak.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as satu pack
Read
+Library
Nasi Kotak

Nasi Kotak

"Benar 'kan. Kamu pikir aku bohong?" "Saya minta maaf atas kesalahan Dila, tapi dia tidak sengaja." "Enak saja minta maaf. Ganti, dong! Mug ini souvenir ulang tahun Sakha. Ini mug mahal. Memangnya kamu punya duit buat ganti? Bikin nasi kotak saja tidak mampu." "Astaghfirullah. Jangan bilang seperti itu, Bu Atik. Kami memang orang tidak punya, tapi kami tetap berusaha membuat nasi kotak." Emak ikut bicara.
1016.3K viewsCompletedAdded to Library 587 Times as satu pack
Read
+Library
Dikira Satpam Hidung Belang Ternyata Dewa Perang

Dikira Satpam Hidung Belang Ternyata Dewa Perang

Ia menarik napas satu kali, mengembuskannya, lalu berbalik ke pramuniaga yang masih berdiri tidak jauh dengan ekspresi profesional yang kini mengandung lapisan kehati-hatian ekstra. "Maaf, tadi maksud saya berbeda dari yang dimengerti. Satu pack pembalut, untuk pemakaian sehari-hari. Cukup yang biasa saja."
1048.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as satu pack
Show Reviews (9)
Read
+Library
ekadermawan89
fresh ceritanya, mantap thor. Saya sudah baca 6 dari 7 karya-karya keren beliau. Rianoir ini salah satu penulis novel yang produktif, kreatif sekaligus imajinatif dan disiplin di waktu yang sama. tetap konsisten brother ...
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Satu Laki-Laki Empat Istri

Satu Laki-Laki Empat Istri

Jadi, tidak salah jika dia mesem-mesem saat Tessa bilang nabung untuk membeli produk baru yang akan dia luncurkan. "Sayang," desah Rendra halus, menatap kedua mata Tessa. "Kamu tenang aja. Untuk produk terbaru itu, Mas udah buat 9 yang limited edition. Dengan lapisan emas di wadahnya itu, kan?" "He'em, Aku mau yang itu Mas. Bagus banget kalau dipajang di I*." Tessa tunjukkan jejeran gigi putihnya. Rendra kembali tersenyum. "Iya, untuk yang itu Mas sengaja bikin sembilan buah. Yang lima untuk dijual di lelang, yang empat buat istri-istri Mas. Gimana, mau?"
108.6K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as satu pack
Read
+Library
Satu Gadis Tiga Lelaki

Satu Gadis Tiga Lelaki

“Bos, silakan pilih. Mereka stok terbaru di sini.” Yuan—wanita paruh baya bertubuh gembrot dibalut pakaian seksi nan ketat— bergelayut manja di lengan Zafran. Gerakan tersebut mau tidak mau membuat sepasang bukit kembarnya yang hanya tertutup separuh, menempel lekat di lengan kekar itu. “Ayolah, Bos. Duduk dulu sebentar, nikmati ‘hidangannya’,” bisik Yuan lagi dengan suara mendesah seraya mengedipkan sebelah matanya.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as satu pack
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status