Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam

Helen menatap nanar benda pipih yang ada di tangannya. Testpack dengan hasil dua garis membuat tubuhnya nyaris ambruk. Raut wajahnya menegang. Terlihat Helen begitu ketakutan. Berkali-kali Helen menggelengkan kepalanya, meyakinkan apa yang dia lihat ini salah. Tapi tidak, dia bahkan sudah lebih dari lima kali memeriksa dan hasilnya tetap sama yaitu positive.
9.8192.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai satu pack
Baca
+Pustaka
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

Saat itu aku sedang mempelajari sistim franchise sebuah jaringan minimarket. "Coba tebak gue bawa apa?" ucap Mecca langsung. "Apa?" tanyaku tanpa minat. Tumben dia nggak nagih oleh-oleh dari Bali. Mecca melepas tas yang tersampir di bahunya, membukanya, kemudian mengeluarkan sesuatu dari sana. "Taraaaa ..." Dia mengembangkan sebuah baju kaos berwarna putih dengan tulisan Venice di bagian dada. Di bawah tulisan tersebut ada gambar gondola yang sedang berlayar di grand canal, Venice.
9.9142.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai satu pack
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

#Testpack (77) Test Pack ART-ku. -Honeymoon and Babymoon- Sebuah kotak cincin berwarna merah, di dalam plastik yang lumayan tebal. Plastiknya sudah koyak dan rapuh, tapi kotak perhiasan ini masih utuh bentuknya. Lapis beludru diluarnya sudah rontok bulu-bulunya dan warnanya tak lagi merah. Memudar menjadi cokelat.
9.379.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai satu pack
Baca
+Pustaka
Terpaksa Satu Atap

Terpaksa Satu Atap

Sapa si Bang Sat. "Hehe... Iya Bang, ini tadi cuma kepagian datangnya. Ya sudah, mending ngopi aja dulu." Jawab Yuana beralasan. "Owh... Mau saya buatin Mbak?" Tawar Bang Sat. "Boleh, tapi aku gak mau kopi item. Latte ada kan Bang?" Jawab Yuana seraya bertanya. "Ada Mbak, mau yang dingin apa yang panas?" Tanya Bang Sat sambil mengambil cofe latte sachet di rak khusus minuman.
10800 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai satu pack
Baca
+Pustaka
Satu Tahun Untuk Selamanya

Satu Tahun Untuk Selamanya

ucap Alby. "Iya, santai aja" jawabnya dengan datar. "Yasudah, kita kemana dulu sekarang?" tanya Alby. "ketempat catering, untuk test food. Setelah itu cek lokasi, aku sudah hubungi semua orangnya" jawab Cyra. "Oke, untuk dekorasi?" tanya Alby lagi. "Untuk itu, aku serahkan semuanya pada WO. Mereka memiliki paketan yang sudah satu paket termasuk MUA dan dekorasi. Oh iya, aku kirim beberapa dekorasinya. Tinggal kamu pilih" jelasnya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai satu pack
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Single

Pura-Pura Single

Laki-laki itu bahkan tidak merasa bersalah. "Aku kesepian, Selly. Kau berada di Swiss hampir dua tahun dan aku tidak bisa hidup tanpa wanita, jadi … aku tidak salah." Sedangkan Selly terlihat sesenggukan dan mengepalkan tangannya lebih kencang untuk menahan emosinya. "Kenapa kau memilih si rambut pink aneh ini? Apa kau gila Bima! Paling tidak carilah yang normal. Apa kau gi–Argh, lepaskan!"
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai satu pack
Baca
+Pustaka
Testpack Milik Siapa di Tas Suamiku?

Testpack Milik Siapa di Tas Suamiku?

Nezia sudah ada di depan ketika Leandra tiba dan menyerahkan beberapa paket yang tersisa. “Ini saja, Lea?” tanya Nezia. “Iya, Bu.” Leandra mengangguk dan menaruh paket-paket itu untuk dihitung Rio seluruhnya. “Total ada tiga puluh tiga paket,” kata Rio sambil menunjukkan catatannya. “Tapi Santy bilang semuanya tiga puluh enam paket. Kamu tidak salah hitung, Lea? Atau salah kemas?” “Mbak Santy tidak bilang ada berapa paket, tapi setiap pesanan sudah dipisah-pisahkan dan aku tinggal kemas sesuai label pemesan.” Leandra menjelaskan.
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai satu pack
Tampilkan Ulasan (4)
Baca
+Pustaka
Kennie Re
Atmosfer ceritanya angst banget ......Dr awal udah dbuat nyesegh pas tahu kalau ibu mertuanya justru yang jadi biang kerok menduanya Rendra. Tapi Rendra juga mauan, buktinya silvi bisa hamidulita ... Kalo aq jd Lea gak bakal bisa ngmg sehalus itu setelah tahu kenyataan diduakan...
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
Paket Cinta untuk Calon Mama

Paket Cinta untuk Calon Mama

Dan hati Davina menjadi semakin tidak tenang karena isi paket itu menjadi semakin berlebihan setiap kalinya. Jika awalnya Davina hanya menerima bunga atau cokelat, di hari kelima dan keenam, Davina mulai menemukan bahwa paket itu berisi perhiasan kecil. Anting-anting dan yang terakhir adalah cincin. Davina makin yakin bahwa sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Dan ia harus menemukan pengirim paket yang sebenarnya. Davina berlari mengejar kurir yang sudah hendak pergi dengan motornya itu.
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai satu pack
Baca
+Pustaka
PUDAR

PUDAR

gumam Kevin. Ada sekotak irisan buah naga, semangkuk soup jagung, sekotak perkedel dan nuget, semangkuk nasi, sebungkus roti cokelat, sebotol mineral dan sebotol susu. Sederhana namun begitu lengkap. Mutia tidak tau harus berkata apa, benar kata Kevin, Alan memang tidak peduli dengan apa yang dia makan walau kini ia sedang mengandung. Mutia mengambil sedikit demi sedikit makanan yang ada dihadapannya. Senyum tipis terbit di bibir Kevin mengamati lahapnya Mutia memakan masakannya sampai habis seluruhnya.
584 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai satu pack
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Papa dan Kak Dika yang kebetulan sedang santai di rumah pun ikut bergabung. Selin mengeluarkan barang satu per satu: "Ini buat Mama, mukena sutra asli yang lembut, beberapa pot lulur Bali sama tas rotan etnik yang Mama titip kemarin." "Ini buat Papa." Papa menerima beberapa bungkus kopi kintamani sama kaos khas Bali. "Wah, mantap." Sahut Papa. "Buat gue mana?" Potong Kak Dika. "Sabar, Kak! Ini beberapa pie susu, kacang khas Bali, dan baju barong buat Kak Dika pakai tidur," Selin terkekeh melihat ekspresi kakaknya.
10832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai satu pack
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status