PENDEKAR Sabda JAGAD
seru Eyang Bardasena sebal, setelah dia teguk arak pasir yang selalu dibawa di balik pakaiannya.
"Hahaha..! Samar Mendem! Walau kau sembunyikan identitasmu selama ini, aku masih ingat namamu selagi muda adalah Bardasena, bukankah begitu..?! Kau bersembunyi di balik arak dan nama julukanmu itu, hanya untuk menutupi kegagalanmu mendapatkan putri Raja Prahasta! Harusnya kau sadar, dia memang tak pantas untuk gembel sepertimu, Bardasena! Menyedihkan!" seru Eyang Dharmala membalas, dengan senyum sinis mengejek.
Ya, seabad yang lalu. Prahasta memang masih berbentuk sebuah wilayah kerajaan, yang belum tergabung di bawah kerajaan Pallawa. Namun nama tlatah Pallawa sendiri memang sudah tersebut sejak