Menuju Matahari
“Bagaimanapun aku selalu berpikir, ada dua sisi dari satu cerita. Lagipula, sejarah diciptakan oleh para pemenang. Di balik kisah resmi yang kita terima, bisa saja tersembunyi hal-hal lain yang selama ini tak kita ketahui, seperti apa yang sebenarnya terjadi pada Sembada. Dan melihat dari sorot matamu, sepertinya kau kalah cepat saat tiba di pantai Karangbolong.”
Wisnumurti mendesah. “Saya terlambat beberapa saat. Orangnya masih ada waktu saya tiba di sana, sesudah membantai Ki Sembada dan semua pengiringnya. Dia suruh saya agar jangan ikut campur urusannya.”
“O, ya?” Ki Gede Nipir lekat menatap Wisnumurti. “Seperti apa orangnya?”