Ada satu buku yang selalu membuatku penasaran setiap kali judulnya disebut: 'Selalu Depan namun Tak Pernah Terlihat'. Aku pertama kali menemukannya di rak buku tua seorang teman, sampulnya sudah agak lusuh tapi judulnya langsung menarik perhatian. Setelah mencari tahu, ternyata pengarangnya adalah Eka Kurniawan, seorang sastrawan Indonesia yang karyanya sering bermain dengan metafora dan absurditas. Yang menarik dari buku ini adalah cara Eka membangun narasi tentang sesuatu yang selalu ada tapi tak bisa dipegang—seperti waktu atau kenangan. Aku sempat diskusi panjang dengan teman-teman komunitas buku online tentang interpretasi judulnya, dan setiap orang punya perspektif unik.
Eka Kurniawan sendiri punya ciri khas mencampur realisme magis dengan kritik sosial halus. Kalau kamu suka karya-karyanya seperti 'Cantik Itu Luka' atau 'Lelaki Harimau', gaya penulisan di buku ini juga punya nuansa serupa. Aku pribadi selalu terkagum-kagum bagaimana dia bisa membuat pembaca merasa 'dekat tapi jauh' dengan ide-ide yang dibangunnya.