Ada suatu momen dalam membaca 'The Invisible Life of Addie LaRue' yang membuatku tersadar: dunia fantasi seringkali menyimpan kebenaran tersembunyi di balik ilusi. Prinsip 'tidak terlihat bukan berarti tidak ada' itu seperti sihir halus dalam cerita—entah itu dewa-dewi yang mengawasi dari balik tirai dimensi atau makhluk gaib yang hanya terlihat oleh mereka yang percaya. Novel-novel seperti 'Neverwhere' karya Neil Gaiman menggambarkan kota bawah tanah London yang hidup parallel dengan dunia nyata, tapi hanya orang tertentu yang bisa menyadarinya.
Pernah kubaca sebuah cerita pendek tentang hantu pohon yang melindungi desa, di mana penduduk setempat merasakan kehadirannya melalui desau daun dan mimpi kolektif. Di sini, ketidakterlihatan justru menjadi kekuatan—karena sesuatu yang tak kasat mata bisa mengendalikan emosi, memengaruhi nasib, atau bahkan menjadi fondasi kepercayaan. Dalam banyak mitologi, roh penjaga tempat suci seringkali tak terlihat tapi kehadirannya dirasakan melalui tanda-tanda alam. Ini mengingatkanku bahwa dalam fantasi, yang tak terlihat justru sering menjadi tulang punggung dunia imajinasi itu sendiri.