Pembalasan Istri Kumal
Aku menarik tangan ya menjauh, darah segar keluar dari ujung bibirnya.
Tak mungkin , tak mungkin jika hanya sebuah tamparan membuat ujung bibirnya terkoyak seperti ini.
Mbak Lia dengan cepat mengusap darah itu, namun siapapun masih bisa melihat memar yang membekas di rahang dan tepi bibirnya.
"Bangun mbak !"
Dia menggelengkan kepala. "Pergilah Sri, mbak gak apa-apa."
"Tuh, dengar sendiri kan Sri, jadi jangan ikut campur urusan rumah tangga orang ! " Mas Robi duduk di Sofa, menyalakan sebatang rokok dan mulai menyesapnya.
Hot Chapters