Pelakor Sukses
"Kau penjahat, Nye. Penghancur hubungan orang. Jadi dapat kupastikan rumah tanggamu, pernikahan dan kehidupanmu tak akan baik-baik saja. Boleh saja sekarang kau sukses dan bahagia. Tapi lihat saja ke depannya. Nikmat sekarang yang punya hangat istidraj dari Tuhan. Nikmat yang mengandung dosa."
Aku tak menggubris kata-kata Aneska. Melanjutkan langkahku dengan berlari sambil meneteskan air mata.
***
Setelah sampai rumah, aku tak langsung turun dari mobil. Kata-kata Aneska tergiang-giang. Apa benar nikmat yang kurasakan saat ini, dengan memiliki suami baik dan rizki yang lebih dari cukup dan anak-anak yang lucu adalah sebuah istidraj. Sebab kuperoleh dengan jalan yang salah.