OBSESI BARA
"Aku tidak akan hidup lama Bara, bahkan mungkin besok aku tidak akan bisa melihat matahari lagi."
Bara menggeleng keras, ia tidak mau kehilangan Kakaknya. Cukup, cukup Kakaknya dahulu yang gagal ia selamatkan nyawanya. Sekarang, dia tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kali.
"Kita akan hidup bersama walau sebentar, Kak. Setidaknya kita bisa merasakan bahagianya berkumpul bersama, bukan? Untuk itu, kita harus bertahan Kak. Demi Ayah, demi Bunda... kumohon bertahanlah walau nyatanya kita tidak pernah tahu."