Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DOKTER SETAN

DOKTER SETAN

Semua hal yang kulalui—ratusan adegan, percakapan, penderitaan, kehilangan, perasaan cinta, kegilaan, pengkhianatan—semua hanya boleh dirangkum dalam satu kalimat? “Dan kalimat itu,” lanjutnya, “akan menentukan apakah kamu tetap hidup di dunia ini… atau dilupakan selamanya.” Tanganku gemetar saat mengangkat pena. Aku menatap kertas kosong. Butiran tinta menunggu di ujung pena seperti bom waktu. Aku menarik napas. Lalu menulis. “Aku memilih untuk tidak menulis siapa pun lagi.”
1.7K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as sentence on write
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Dan mereka bertanya, “Bolehkan kami menulis?” Lena tersenyum. “Kalian bukan hanya boleh. Kalian di sini untuk itu.” Ustadz Faris memberikan satu halaman kosong pada setiap dari mereka. “Tapi ingat, setiap kata yang kalian tulis akan memantul kembali ke dunia ini. Kalian tidak sedang menulis cerita orang lain. Kalian sedang menulis tempat di mana kalian sendiri akan tinggal.” Langit pagi itu memutih seperti kertas. Dan di sana, titik-titik kalimat mulai bergerak, seolah mereka pun ingin bergabung.
2.7K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as sentence on write
Read
+Library
Menjadi Tuan Tiga Dewi Merpati Cantik

Menjadi Tuan Tiga Dewi Merpati Cantik

Roni menatap dua kata itu cukup lama sebelum tangannya bergerak. "Tolong aku." Tulisannya tidak rapi. Huruf-hurufnya tidak rata, seperti ditulis dengan tergesa atau dalam kondisi yang tidak memungkinkan ketenangan. Tapi tekanannya jelas—setiap goresan meninggalkan bekas yang dalam di kain tipis itu, seperti tangan yang menulis sambil mengerahkan seluruh sisa kekuatannya.
9.0K viewsCompletedAdded to Library 269 Times as sentence on write
Read
+Library
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Ia menatap pena di tangannya. “Kalimat apa yang harus kutulis?” “Kalimat yang kau yakini,” jawab Naira. “Bukan yang kau takutkan.” Pena mulai bergerak. Cahaya hitam menetes dari ujungnya dan melingkar di udara. Huruf-huruf muncul pelan, membentuk kalimat: “Kalau dunia harus menulis ulang dirinya, biarlah ia mulai dari keberanian, bukan ketakutan.”
101.5K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as sentence on write
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status