EUFORIA
“Menulis bisa dilakukan di mana pun, Adrian. Kamu nggak perlu punya banyak waktu. Kamu nggak perlu jadi bebas dulu. Dan pada akhirnya yang kamu butuhkan hanya sebuah cerita.
Kalau kamu punya kata-kata untuk disampaikan, mulailah bicara dengan pena.”
“Dan gue akan dianggap gila kalau ngomong sama pulpen.”
Lagi-lagi Kiana tertawa mendengar tanggapanku.
“Lucu, ya. Ya, udah. Kalau gitu, udah waktunya aku pergi, Adrian. Aku harus menyelesaikan tulisanku.
Aku akan menulis apa yang terjadi hari ini. Akan kutulis apa yang aku rasakan dan apa yang aku lihat.”
Hot Chapters