Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

“Aku menulis ini untuk siapa pun yang pernah merasa tidak penting. Aku tidak tahu apakah kalian akan mengerti, tapi aku ingin menulis bahasa baru, yang tidak dimulai dengan ‘jika kau ingin menjadi hebat’, tapi dimulai dengan: ‘Jika kau hanya ingin hidup… itu pun tak apa-apa.’” Orang-orang tidak langsung bersorak. Mereka diam. Lalu satu demi satu, mereka mulai menyalin kalimat itu di kertas mereka masing-masing. Bukan untuk dikutip, tapi agar bisa diingat.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as sentence on write
Read
+Library
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

"Kamu harus mendeskripsikan rasa penuh di dalam perutmu itu menggunakan rentetan kalimat paling detail," perintah Argan memberikan instruksi penulisan kepadaku. "Aku akan menuliskan sensasi gesekan tersebut sebagai tekanan benda padat bersuhu panas," kataku memberikan contoh kalimat untuk bahan tulisanku besok. "Pemilihan kata benda padat itu sangat cocok merepresentasikan ukuran alat kelaminku secara nyata," puji Argan dengan nada suara yang membanggakan diri.
826.2K viewsOngoingAdded to Library 759 Times as sentence on write
Read
+Library
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Tapi mungkin itulah poinnya. Aku menulis: Hari ini aku sendirian, dan aku baik-baik saja. Aku berhenti, membaca ulang kalimat itu. Dulu kalimat seperti itu mungkin akan terdengar membosankan. Sekarang kalimat itu terasa seperti kemenangan kecil yang sangat besar.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as sentence on write
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Lalu menulis satu kalimat di udara putih. “Tidak semua cerita harus cepat selesai untuk menjadi berarti.” Kalimat itu menyala. Bukan seperti ledakan. Namun seperti fajar. Pelan. Tak terbendung. Retakan hitam berhenti melebar. The Last Draft membeku. Tubuhnya yang datar mulai retak oleh cahaya. Ia memandang kalimat itu lama. “Kalau begitu…” suaranya lebih pelan.
965 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as sentence on write
Read
+Library
Tolong Perlahan, Dokter Nate!

Tolong Perlahan, Dokter Nate!

"Begitu ya..." ​"Jadi," Nathan meletakkan gelasnya di meja. "Bagaimana tulisanmu? Prosa elegan dalam bahasa Inggris itu... apakah sudah selesai satu bab?" ​Ariel menghela napas panjang, menyandarkan punggungnya ke sofa. "Aku sedang sangat suntuk, Dok. Aku tidak tahu apa yang mau aku ketik. Kata-kata itu terasa mati. Aku mencoba menulis tentang kesedihan, tapi yang keluar hanyalah kalimat-kalimat kering yang membosankan. Aku merasa bakatku sudah menguap."
9.3221.6K viewsCompletedAdded to Library 5.3K Times as sentence on write
Show Reviews (26)
Read
+Library
Penyuka Novel
Ga berniat SPAM tp seriusan aku masih gagal move on utk baca novel2 lain.. re-reading lagi novel ini.. paling suka bagian ariel & nathan pas jadi dokter & murid. Begitu ariel udah pulang dari London, gaya tulisan author udah jadi beda. Tp tetep bagus..mungkin harus bikin season 2??
momominky169
Sebenarnya, masih banyak yang layak direkomendasikan buat genre dark romance. nggak tahu ini pertimbangannya apa. karena banyak seksnya doank? soalnya ya cowoknya plinplan dan menang nafsu aja. ceweknya juga bodoh. masa udah dewasa nggak tahu kalau ML berkali-kali tanpa kondom bisa hamil?
Read All Reviews
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

"Terkenal bukan berarti bagus, Nona Kecil. Itu hanya berarti sainganmu sedang tidur." Aku meraih kuas tulis, mencelupkannya ke dalam tinta hitam pekat, dan membentangkan selembar kertas kosong dengan gerakan dramatis. "Oke, perhatikan baik-baik. Biarkan aku menuliskan sesuatu yang akan membuka mata kalian, agar kalian tahu apa artinya menulis puisi yang memiliki jiwa." Aku mulai menggoreskan huruf demi huruf dengan sapuan yang tegas dan elegan. Sori dan Nauli membungkuk, mencoba mengintip apa yang sedang kutulis.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as sentence on write
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

“Menulis bisa dilakukan di mana pun, Adrian. Kamu nggak perlu punya banyak waktu. Kamu nggak perlu jadi bebas dulu. Dan pada akhirnya yang kamu butuhkan hanya sebuah cerita. Kalau kamu punya kata-kata untuk disampaikan, mulailah bicara dengan pena.” “Dan gue akan dianggap gila kalau ngomong sama pulpen.” Lagi-lagi Kiana tertawa mendengar tanggapanku. “Lucu, ya. Ya, udah. Kalau gitu, udah waktunya aku pergi, Adrian. Aku harus menyelesaikan tulisanku. Aku akan menulis apa yang terjadi hari ini. Akan kutulis apa yang aku rasakan dan apa yang aku lihat.”
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 431 Times as sentence on write
Read
+Library
LES NOCES, LE MARIAGE

LES NOCES, LE MARIAGE

Jika sedang mood aku bisa menulis hingga 3 lembar, berawal dari sana aku bisa merangkai kata-kata dan akhirnya menjadi seorang copywriter yang merangkai kata untuk mempromosikan sebuah produk. "Pagi, Bu Anna. Dilaporkan malam ini, akan ada acara reuni sekolah Bakti Negri. Mungkin Ibu bersedia ikut?" Aku langsung berhenti mengetik dan menatap layar monitor diam. "Nggak dulu, Nora. Aku sibuk." "Gaya lu. Bilang aja nggak bisa move on. Nggak gitu cara mainnya, buktikan ke sang mantan kalau sudah move on, sudah jaya."
9.815.1K viewsCompletedAdded to Library 604 Times as sentence on write
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

“Kalau dia bisa menulis ulang siapa pun... kita cuma butuh SATU kalimat untuk membalikkan semuanya.” Elena menatap tangan kanannya. Di sana, bekas luka dari Inkworm bersinar. Ia masih punya kekuatan untuk menulis. Tapi hanya SATU KALIMAT. Harus sempurna. SATU KALIMAT UNTUK MENULIS ULANG PENULIS ULANG Mereka berlari, menghindari Rewrite yang melangkah lambat tapi mutlak. Setiap kata dari mulutnya menghancurkan struktur dunia.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as sentence on write
Read
+Library
Pejuang LDR

Pejuang LDR

sahut Dissa dan Ayu secara bersamaan. "Kak, bagaimana cara menyusun kata pada paragraf kalimat itu biasanya menggunakan bahasa yang baik dan menarik, itu semua kalimat harus kita buat sendiri untuk ditulis," tanya Ayu polos. "Iyalah, tidak boleh copas dan itu hasil karya diri sendiri maka pihak koran akan menerbitkan opinimu jika layak untuk dibaca," jawab Andrean menatap ke arah Ayu.
9.87.4K viewsCompletedAdded to Library 156 Times as sentence on write
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status