Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Koma

Koma

Mungkinkah suara dari langit. "Woi! Gue disini." Sebuah suara keras tepat menggema ditelingaku. Aku berbalik dan mendapati seseorang yang sangat ingin kubunuh, dia adalah Oja, dengan muka yang memuakkan. Gina tersenyum kearah kami secara bergantian, kenapa perasaanku mulai enggak enak ya. Tentu sajalah kan ada Oja, gimana sih, aku ini.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

Bisma menatap wajah Hayu, hingga seseorang menepuk pundaknya, membuatnya terjengit kaget. -bersambung-
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
Surgaku Yang Hilang

Surgaku Yang Hilang

Belum tahu saja dia jika Ika ini bisa jauh lebih agresif dan berbahaya. Ika juga sedikit merasa lucu sebenarnya saat karyawan itu mengatakan hanya begitu saja sudah tepar. Memangnya siapa yang akan tetap bisa berdiri kokoh setelah dihantam dari belakang dan terbentur keras sampai lebam besar serta mengeluarkan darah? Batu saja jika di hantamkan pada benda keras lainnya bisa retak atau bahkan hancur berkeping-keping. Apa lagi kepala manusia. Dan begitu Ika kembali lagi ke ruangan Haris untuk membantu mengompres lebam di kening Siska, Haris keluar untuk menghampiri beberapa karyawannya tadi. Ia mengajak meraka semua untuk ke lantai 4.
1039.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 901 kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
Infinity Love (Bahasa Indonesia)

Infinity Love (Bahasa Indonesia)

HENING . Untuk sesaat, waktu seolah terhenti. Neira membuka lebar matanya saat melihat sosok di hadapannya kini, bola matanya seperti ingin meloncat keluar, begitu pun mulutnya. Dan Agra, membatu di sana. Pria itu memicingkan mata, otaknya berputar. Wanita Ninja Hatori ini tak asing untuknya, tapi di mana dia pernah bertemu? Tik ... Tuk ... Tik ... Tuk ... Waktu, kembali pada rotasinya.
9.916.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
Pria 'Shift Malam'

Pria 'Shift Malam'

Si wanita ini terlihat kaget dengan jawaban ketus Hagur, dia pun tahu diri dan permisi dengan gaya sopan. Sesaat Hagur tak enak hati dengan ucapan ketusnya tadi, apalagi kini dia melihat dari beberapa orang yang didekati wanita ini, semuanya malah lebih kasar menolak wanita setengah tua ini. Hagur berbalik iba juga, tanpa ragu dia lambaikan tangan dan si wanita tadi dengan wajah sumringah mendekatinya lagi. “Namaku Zahra, siapa nama tuan?” wanita tanpa basa-basi kenalkan namanya.
1061.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
Pewaris Langit Ketujuh

Pewaris Langit Ketujuh

Gelembung-gelembung kecil muncul di permukaan, lalu perlahan berubah bentuk menjadi wajah. Wajah itu… wajah Maestro Yu Heng. Piala itu bergetar semakin keras. Cairan merah di dalamnya memanjat dinding emasnya seperti ingin melompat keluar. Wajah Maestro Yu Heng terbentuk semakin jelas, mata sayu, alis tegas, dan garis bibir yang dulu sering tersenyum hangat pada Gohan. Namun kali ini, bibir itu bergerak… membentuk kata tanpa suara.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
AKHIR CINTA SI WANITA PENGHIBUR

AKHIR CINTA SI WANITA PENGHIBUR

Karena tak ingin orang melihat wajahnya , Hana memutuskan pergi dengan menutup masker pada sebagian wajahnya . Saat dirinya berjalan di pinggiran pertokoan , Hana bertabrakan dengan seorang wanita yang terlihat kumal dan terlihat berlari terburu - buru . Saat Hana menatapnya Hana merasa mengenali wajah wanita itu . " Kanaya !" seru Hana yang terkejut melihat Kanaya berlari seperti ketakutan . Hana lalu membuka maskernya agar Kanaya juga mengenalinya .
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Ichida hanya memasang mimik kesal dengan mengerucutkan bibir sambil mendorong gerobak ke tempat tujuannya. “Eguchi, dimana Orochi?” tanya Pak Zukida setelah memastikan Ichida benar-benar ke hutan. “Di dalam. Sedang beristirahat.” “Sampaikan salamku ke Orochi, ya.” Eguchi mengangguk. Usai menjemur, Eiko menyilakan Eguchi untuk sarapan. Tidak ada yang istimewa dengan menu makanan tersaji di meja, hanya sup dengan wortel serta nasi hangat. Eiko berkata, wortel yang dia dapat di kota merupakan sebuah keberuntungan. Hanya satu-satunya wortel yang dijual oleh pedagang sayuran setelah Eiko dan Pak Haede (yang mengantar Eiko ke kota sembari Pak Haede dan Isae berjualan) mencari-cari sayuran ini di p
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

Jemarinya memainkan sumpit di tangan. “Lo masih takut?” Hagia mengangkat wajahnya, menatap Carmen dengan lekat. “Takut apa?” “Balikan sama orang yang pernah bikin lo hancur.” Hagia tidak langsung menjawab. Tatapannya justru jatuh ke kuah ramen yang perlahan mengeluarkan uap panas. Sampai akhirnya ia tersenyum kecil. “Ada.” Carmen terdiam.
1017.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

Zen menjabat tangannya. "Pagi." Jasmine ikut tersenyum sopan. "Selamat pagi." Tatapannya kemudian beralih kepada Hagia. Wanita muda itu membalas senyum dengan sangat tipis. "Selamat pagi." Hanya dua kata. Setelah itu kepalanya kembali menunduk. Jasmine memperhatikan wajahnya tanpa bermaksud lancang. Kelopak mata Hagia tampak sedikit membengkak.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai haganezuka face
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status