Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Baramundi rupanya cukup disegani di kalangan para pendekar. Senala mencuri pandang akan gerak-gerik pemuda berambut sebahu terikat di tengkuk, berkulit putih, dengan sorot mata tajam nan teduh. Senyum pemuda itu selalu setia menemaninya tatkala menyapa dan berbincang dengan para tamu yang dia kenal maupun tidak. Sosok pemuda itu membuat Senala sepertinya jatuh suka, atau minimal: kagum.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai senyum tipis
Baca
+Pustaka
Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Senyum tipis terbit di wajahnya sebelum akhirnya ia menekan tombol kirim. "Maaf, Senja–Arya sayang ... aku harus berimprovisasi sedikit ...."
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai senyum tipis
Baca
+Pustaka
Di Balik Senyum Palsu

Di Balik Senyum Palsu

senyum tipis menghiasi wajah Devita. Spontan Sari memandang ke arah putrinya, lalu beralih menatap ke arah koper.
839 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai senyum tipis
Baca
+Pustaka
Titip Benih

Titip Benih

Kami menikmati makanan itu tanpa bicara satu sama lain. Setelah sarapan. Kami mampir kesebuah Boutiq untuk membeli kebaya. Setelah selesai kami langsung menuju hotel. Setelah didalam kamar tiba-tiba ponsel mas Ikhsan berbunyi. "Hallo sayang." "Iya... Mas sudah katakan semuanya sama Airin." Mendengar namaku disebut aku sedikit terkejut. "Iya dia setuju. Pokoknya kamu tenang saja. Kita pasti segera memiliki momongan."
1030.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 760 kali sebagai senyum tipis
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

“Kalau habis makan biasanya suka nyemil yang manis atau yang gurih?” “Yang manis sih.” “Kamu pernah makan cookies di simpang lima nggak?” “Belum sih?” “Itu enak banget sih, sumpah.” Ujar Bentara, “Mau nyobain nggak?” Tanyanya. “Hmm mau atau enggak, ya.” “Please.” “Boleh, deh.” “Aku jemput ke rumah kamu sekarang, ya?” “Iya, Ben.”
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai senyum tipis
Baca
+Pustaka
Kidung Mayit

Kidung Mayit

"Eumhh," Heru bergumam. Ia tak menyangka gadis pemalu dengan senyum khasnya itu mempunyai inisiatif untuk melakukan hubungan dewasa itu terlebih dahulu. Klek! Lampu mati tiba-tiba tapi Heru mengabaikannya. Ia malah asik membalas lumatan yang terasa begitu nikmat. Heru yang sulit jatuh cinta itu hanya merasakan punya pacar dua kali, dan kissing yang seperti ini hanya beberapa kali Ia rasakan.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai senyum tipis
Baca
+Pustaka
Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Satu sudut bibir Shanum naik dengan tipis. "Pesenin makanan, ya?" "Iya, pesenin buruan. Ingat! Yang enak-enak dan yang bergizi. Biar saya cepet sembuh." Shanum mengangguk patuh, lalu membalik badan ke arah Reksa. Menyodorkan salah satu tangannya, seperti minta uang. Reksa menautkan alisnya bingung, pun Ayu dan Mama Rima. Setelahnya .... "Maksudnya apa itu?" tanya Mama Rima tak suka.
1048.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai senyum tipis
Baca
+Pustaka
Seuntai Janji

Seuntai Janji

sela Dihyan. Yenita tersenyum malu-malu. "Habisnya suka, sih. Warnanya bikin adem mata. Dan gamis buatan Dahayu, benar-benar bagus. Sampai sekarang jadi favorit Bunda kalau menghadiri resepsi." "The series yang sekarang juga bagus, Mbak," timpal Dahayu. "Warna apa?" tanya Yenita. "Denim."
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai senyum tipis
Baca
+Pustaka
Pak CEO, Tolong Lepaskan Aku!

Pak CEO, Tolong Lepaskan Aku!

Senyum tipis muncul di sudut bibirnya. “Aku akan memberikan reward, tentu saja.” Alisha menyipitkan mata, penasaran. “Apa?” “Apapun yang kamu mau, tanpa melanggar poin pernikahan kita.” Zayden berkata dengan tegas dan sangat jelas. Hal ini tentu saja membuat Alisha melukiskan senyum lebarnya.
1055.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai senyum tipis
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
ms. green
Buku ini tuh bikin hati jedag jedug, sebentar senengtrs tegang, pas bagian nangis g perlu lama2 langsung senyum2 lagi. cerita ringan cuma gak bosenin. Sama aku lg mikir, apa kk ini sebenernya CEO yang nyamar jadi penulis? Kesan suasana kantor tuh dapet banget dan sbg CEO vibesnya gong gitu.
Riri Chan
Aku tuh baca buku k chin ini harus nunggu banyak bab dulu, soalnya suka penasaran kalo baru bab awal biasa masih slow up. ... buku k cinta tuh buat candu banget. bikin deg2an parah setelah puas ketawa-ketawa.
Baca Semua Ulasan
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Penis tebalnya berkedut sebelum melepaskan sperma-nya, sperma-nya menyembur ke wajah kedua gadis itu, mewarnai mereka. "Panas sekali~ slurp... slurp... slurp..." Feng Hanyue mendesah sensual saat ia merasakan sperma-nya memercik di kulitnya. Tanpa ragu, ia menundukkan kepalanya dan mengambil ujungnya yang masih sensitif ke dalam mulutnya, menghisap dengan lapar setiap tetes terakhir yang tersisa di uretra-nya. Pop! Dengan suara letupan basah, Feng Hanyue melepaskan penis-nya dari mulutnya, menjilati bibirnya dengan desahan lembut. "Ahn~ Sperma Wuji masih selezat biasanya~"
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai senyum tipis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status