Tulang Rusuk
Senyum itu merekah, wajah itu merona bukan disebabkan karena aku, tapi Venus Zeaneda.
Ning Zea, apa yang membuat nama itu jadi terasa lebih spesial daripada namaku?
Mengatur napas yang terengah, emosi masih menguasai. Menarik napas panjang, kuembuskan uap panas dari mulut secara perlahan. Berbalik badan, kutatap Mbak Nunik yang masih tertunduk menyesal.
"Iya. Lain kali jangan diulangi,” jawabku selembut mungkin tak lupa kuberi senyumku yang terbaik sebagai pemanis.
Bab Populer