Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Senyum tipis terbit di wajahku—jenis senyum yang sopan, tapi dingin.
“Maaf, Tante,” kataku tenang, namun cukup jelas untuk memotong bisikannya. “Aku nggak sengaja dengar. Tapi kayaknya ada yang perlu diluruskan.”
Perempuan itu menoleh. Alisnya terangkat, jelas tak menyangka akan ditegur langsung. “Oh?” katanya singkat, menilai kami dari ujung kepala sampai kaki.