Salahkah Aku Mencintaimu
Tidak lagi bisa berpikir halal dan haram.
***
Dret ... dret ... dret! Ponselku bergetar, aku tidak tahu dari siapakah karena belum terdaftar di kontakku.
"Assalamualaikum," sapaku.
"Ada yang ingin aku bicarakan, datanglah ke Jogja sekarang juga! Aku menunggumu di hotel langganan kita," ternyata dari Arjun.
"Gila, tidak mau! Aku lagi di kantor, Arjun, ini jam kerja," tolakku.
Hot Chapters