Dokter, Sentuh Aku Lagi
Dua orang petugas dari bagian forensik datang membawa brankar bersih, dengan label identifikasi pasien di kaki ranjang.
Kain putih itu dipastikan rapat, lalu diikat lembut di ujungnya.
“Pindahkan perlahan, kepala di atas. Pastikan jalur tetap steril,” imbuh Dokter Adit.
Brankar bergeser perlahan keluar ruangan, meninggalkan bayangan tubuh di balik kain putih itu.
Avrisha menatapnya tanpa berkedip, perasaan ngeri menyergap di dadanya. Ruangan yang tadinya riuh kini sepi, dingin, dan menakutkan.