Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak Dalam Novel

Terjebak Dalam Novel

Pengemudi Pajero sendiri hanya mendapatkan luka ringan dan sedang menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Tepat ketika pembacaan berita berakhir di salah satu televisi yang berada di ruang tunggu rumah sakit, pintu utama rumah sakit terbuka lebar yang mana masuk beberapa perawat dan juga seorang dokter yang tengah menangani perempuan dengan tubuh yang penuh luka dan memar di berbagai tempat. Brankar didorong dengan cepat menuju ke IGD dengan sang dokter yang terus melakukan CPR di atas tubuh perempuan yang sudah tidak lagi berdaya.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as brankar pasien
Read
+Library
Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat

Seperti kata Jason, nampaknya para perawat tengah memindahkan pasien itu ke kamar lainnya. Brankar itu berjalan ke arah Jason dan Sagar. Jason segera mundur dan memberi jalan, Sagar pun ikut melakukannya. Saat brankar itu lewat di depan mereka berdua, napas Sagar tercekat menyadari wajah familiar dari pasien yang dibawa itu.
9.448.0K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as brankar pasien
Read
+Library
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Koridor IGD yang tadinya sepi kini dipenuhi dengan aktivitas yang kacau. Lima brankar didorong dengan cepat oleh paramedis dan perawat. Di atas setiap brankar terbaring pasien dengan kondisi yang mengerikan. Pakaian mereka compang-camping, sebagian hangus terbakar. Kulit mereka penuh dengan luka bakar tingkat dua dan tiga yang mengeluarkan cairan. Namun yang membuat Peter menyipitkan mata bukanlah luka bakar itu. Ada sesuatu yang sangat salah dengan luka-luka tersebut.
1046.5K viewsCompletedAdded to Library 977 Times as brankar pasien
Read
+Library
Ketika Mas Gagah Tiba

Ketika Mas Gagah Tiba

Wulandari bekerja, cucunya dititipkan pada tetangga. Sumarni merasa badannya sangat lemah. Dia bahkan kesulitan menyantap menu makan siang yang diberikan pihak rumah sakit. Andai ada yang menyuapinya, piring stainles itu mungkin sudah kandas isinya. Dia menghela napas. Melihat sekeliling. Ada enam brankar berisi pasien. Satunya kosong. Sumarni bisa tahu itu karena tirai-tirainya terbuka.
1026.2K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as brankar pasien
Read
+Library
Air Mata di Hari Persandingan

Air Mata di Hari Persandingan

Sementara itu, Bram terus melajukan kendaraannya dengan kencang, hingga beberapa menit kemudian ia pun sudah tiba di rumah sakit. "Pasien mengalami hipertensi, hingga tak sadarkan diri, sebentar lagi beliau akan siuman, tunggu saja beberapa saat lagi!" Setelah berucap sang dokter pun berlalu. "Emm, Ma, mana Bram, Ma?" Usman berkata dengan suara pelan dan mata yang belum terbuka dengan sempurna. "Kita dimana , Ma? Mana Bram, Ma, mana?" ucapnya lagi dengan berusaha untuk merubah posisi tubuhnya menjadi duduk di atas ranjang.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as brankar pasien
Read
+Library
Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Baru juga acara sarapan selesai, tiba-tiba dari luar masuk kepala tabib Padepokan yang bernama Ki Sanca, datang dengan ekspresi panik dan tampak gugup. “Maaf ketua, saya datang mengganggu.” “Ada apa? Kenapa kamu begitu panik?” kata Ki Braja sambil menatap Ki Sanca yang wajahnya dipenuhi keringat dingin. “Ketua, mohon hukum saya. Saya tidak mampu mengobati mereka yang terluka dan terserang penyakit aneh, semua pengetahuan saya sudah digunakan. Akan tetapi luka mereka tak kunjung sembuh, bahkan kini sudah kritis dan menular ke beberapa pasien.”
107.3K viewsCompletedAdded to Library 247 Times as brankar pasien
Read
+Library
Tempatmu di Sisiku

Tempatmu di Sisiku

"Dia sedang kekamar mandi, tunggulah disini Oma akan mengenalkan dia padamu" "Lebih baik Oma dirawat dulu, jika tidak luka di kaki Oma bisa infeksi”jawab Bray sambil memeriksa kaki di kaki Oma Amara "Apa yang rumah sakit ini lakukan, membiarkan pasiennya menunggu lama”gerutu Bray sambil mendekati meja pendaftaran. Oma Amara masih mencari keberadaan Anet tidak memedulikan Bray yang terlihat memarahi orang dihadapannya.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as brankar pasien
Read
+Library
BERGANTI PASANGAN

BERGANTI PASANGAN

desak Ya'qub, lututnya bergetar hebat beruntungnya ia menggunakan sarung sehingga membuat kakinya tidak nampak pergerakannya. Wajah bingung, ingin tahu dan lumayan penasaran ditampilkan resepsionis tersebut, tetapi sebagai seorang resepsionis yang berpengalaman dan sudah bertemu dengan banyak pasien dengan berbagai keluhan atau pasien korban kecelakaan biasanya sehingga jadilah dirinya sudah profesional dengan tidak seharusnya banyak tanya, takutnya pasien semakin kritis jika tertunda karena harus mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Resepsionis itu menekan tombol di telepon rumah sakit, "Halo, dok?" panggilnya.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 359 Times as brankar pasien
Read
+Library
I Love You My Teacher

I Love You My Teacher

Astaghfirullah. Pintu kamar terbuka, lalu masuklah beberapa orang perawat dan seorang dokter. Pertama, dokter itu berkunjung ke pasien paling ujung dekat pintu. Kebetulan, di kamar kelas dua ini ada enam brankar yang kesemuanya penuh. Nindi berada di brankar paling ujung sudut ruangan.
9.812.8K viewsOngoingAdded to Library 294 Times as brankar pasien
Read
+Library
Dokter, Sentuh Aku Lagi

Dokter, Sentuh Aku Lagi

Dua orang petugas dari bagian forensik datang membawa brankar bersih, dengan label identifikasi pasien di kaki ranjang. Kain putih itu dipastikan rapat, lalu diikat lembut di ujungnya. “Pindahkan perlahan, kepala di atas. Pastikan jalur tetap steril,” imbuh Dokter Adit. Brankar bergeser perlahan keluar ruangan, meninggalkan bayangan tubuh di balik kain putih itu. Avrisha menatapnya tanpa berkedip, perasaan ngeri menyergap di dadanya. Ruangan yang tadinya riuh kini sepi, dingin, dan menakutkan.
1022.2K viewsCompletedAdded to Library 775 Times as brankar pasien
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status