Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUIKHLASKAN SUAMI MENIKAH LAGI

KUIKHLASKAN SUAMI MENIKAH LAGI

Pernyataan Cinta —Jalaluddin Rumi— Kau yang telah menutup rapat bibirku, tariklah misaiku ke dekat-Mu Apakah maksud-Mu? Mana kutahu? Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu Kukunyah lagi memamah kepedihan mengenang-Mu Bagai unta memamah biak makanannya, dan bagai unta yang geram mulutku berbusa
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
TERIMA KASIH TELAH MENCINTAIKU

TERIMA KASIH TELAH MENCINTAIKU

Fikri mengangguk. “Aku akan bebaskan tawanan dengan syarat, jangan pernah berniat untuk main-main, apalagi sampai melukai. Semalam, aku baca sebuah kutipan dari Kahlil Gibran, bahwa cinta adalah seekor burung jelita yang berharap untuk ditangkap, tapi menolak untuk disakiti.” Hening. “Tapi, gimana kalau ternyata burung jelita itu yang malah pergi meninggalkan sangkar dan terbang mencari tempat lain yang jauh lebih indah?”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
My Romantic Boss

My Romantic Boss

ucap Ody sambil tersipu. "Tunggu, coba di ulang!" "wǒ de xīnlǐ zhǐyǒu nǐ (dihatiku hanya ada kamu)," ucap Ody perlahan dengan penuh penekanan di tiap katanya. "Artinya?" "Cari sendiri di kamus!" Goda Ody balik. "Wah, beneran nih. Aku gigit ya?" ucap El sambil mencolek-celek pinggang Ody.
1040.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 879 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Garis Pikat Sang Arsitek
Baca
+Pustaka
BAJU ADIKKU DI RANJANG ISTRIKU

BAJU ADIKKU DI RANJANG ISTRIKU

*** SELESAI. Terimakasih semuanya❤ maaf kalau kurang puas, kalau ada salah-salah kata.
1036.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Semua kalimat teguran yang hendak kuucapkan tadi buyar begitu saja. Kucengkeram gawaiku sekuat tenaga demi menenangkan degup jantung yang tak karuan lalu berucap pelan. "Coba bicara yang jelas, aku tak paham apa maksudnya."
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

Tidak ada yang berbicara soal cinta, tidak ada yang menyebut tentang permusuhan, atau dendam masa lalu. Malam ini, semua orang hanya berbicara dalam bahasa kesedihan. Sagara masih berlutut di depan tubuh kaku Satya. Bibirnya bergerak pelan, seperti melafalkan doa yang tak pernah dia hafalkan sebelumnya. Dan saat dia membuka mata, satu-satunya hal yang dia ucapkan, hanya satu. “Maafin gue.”
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

Perkataan mana pun tidak akan semanis ucapan dia barusan. ***
10129.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Melupakan apapun yang ingin kulupakan saat sadar. Meskipun, saat bangun airmataku masih tertinggal di mata dengan meninggalkan rasa sesak yang tidak berkurang sudah selama apapun waktuku berlalu. Aku menjalani hidupku. Dansaat aku bangun lagi, aku akan menjalani kehidupanku kembali. Jadi, hari ini bukan apa-apa. Ucapan cinta Ken bukan apa-apa. Ucapan maaf Ken bukan apa-apa.
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 592 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

TAMAT ---------------------------------- o0o ---------------------------------- BEDA ALAM Written by David Khanz ---------- o0o ---------- Sial! Maaf, jika awal cerita ini kumulai dengan kata tersebut. Itu rutuk terhalus yang ingin diucap, usai menahannya dari beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak, di tengah perjalanan malam ini, harus terhambat dengan masalah tak diharapkan. Perkara klasik. Ban kendaraan bocor setelah menginjak kerikil tajam. Dalam kondisi melaju cepat, karena ingin segera tiba di rumah, sempat beroleng-oleng berapa saat hingga akhirnya terjerembap di pinggiran jalan.
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status