Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setiap Momen adalah Kamu

Setiap Momen adalah Kamu

Entah kalimat apalagi yang bisa dia ucapkan, sekadar membuat sahabatnya itu lebih kuat. “Aku sudah mengingatkan, kita seharusnya tidak usah menghadiri acara itu. Aku tidak tega melihatmu, kembali terluka, Rakha,” ucap Aditya, kembali bersama kenangan terpahit. Kalimat Aditya, ternyata tertangkap jelas oleh pendengaran Rakha yang masih terlelap. Air mata itu menetes pelan, membasahi pipinya, yang kian pucat.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

Ucap Rain “Bagaimana caranya kamu tahu kalau Kak Ara akan menikah kapan, sedangkan kamu bilag kalau kakak tidak boleh menghubungi kamu” Ucap Kak Ara yang masih sambil menangis “Aku akan tahu dengan sendirinya Kak, Kaka tenang aja” Ucap Rain dan lanjut bilang “Baik-baik ya Kak, jaga diri Kakak baik-baik” Ucap Rain sambil menghapus air mata yang ada di pelupuk matanya
9.129.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 718 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Sang Mafia

Terjebak Cinta Sang Mafia

Kata Adit penuh penyesalan Entah mengapa mulut Adit begitu mudah mengatakan maaf padahal itu adalah kata haram yang tak pernah dia ucapkan selama hidupnya Mendengar ucapan maaf dari Adit, divya bukannya berhenti menangis malah menambah volume tangisnya dan mendorong tubuh Adit agar menjauh "Jangan menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu." Ucap Divya "Itu adalah file persentasi besok yang kau minta. Jangan menggangguku dengan ajakan murahmu itu." Melemparkan map ke wajah Adit dan pergi meninggalkan Adit yang menatap penuh penyesalan. Lanjut 💨👀
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Bukan Wanita Impian Suamiku

Bukan Wanita Impian Suamiku

Ribuan kata-kata bergumul di mulut, antara makian atau ucapan rindu. Akan tetapi tidak ada satu pun yang terucap. “Aida. Aku sangat merindukan kamu,” ucapnya sembali menenggelamkan aku dalam pelukannya. ****
1034.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 924 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Tanpa sadar, suasana hati Baskara mulai sedikit tenang. Akhirnya, senyum muncul di wajahnya. “Anakmu lucu. Aku juga punya se...” Tatapan Baskara meredup, seolah tak percaya kata-kata itu benar-benar keluar tanpa sadar dari mulutnya. “Kamu bilang apa?” tanya perempuan itu, tak mendengar jelas. Baskara pun tersadar. Sorot matanya berkilat sesaat.
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Bersinar Usai Bercerai

Bersinar Usai Bercerai

ucap suara hatinya. ==================
1022.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 473 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Antara Hormat dan Hasrat

Antara Hormat dan Hasrat

“Aku kangen… sekangen-kangennya.” Aku mengucapkannya begitu pelan, sampai suaraku sendiri terdengar seperti sesuatu yang samar, seperti bayangan yang berusaha bersembunyi di pinggir kesadaran. Seolah kata itu tidak benar-benar diucapkan, hanya jatuh dari dada ke mulut, tanpa peran pikiranku. Aku seharusnya tidak mengatakannya.
10701 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Menikahi Kakakku yang Koma

Menikahi Kakakku yang Koma

“Jawab. Apa yang kau dengar?” Hening menggema selama beberapa saat. “Semuanya,” jawabnya akhirnya. Singkat. Tega. Ia memejamkan mata sebentar, seolah memikirkan kata yang harus dikeluarkan. “Setiap keluhan, setiap tangis… setiap kata yang pernah kau bisikkan saat kau pikir aku tidak sadar.” Aku meringis. Wajahku panas— Rasanya... seperti dikhianati.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

“Semua orang bisa salah paham tentang sesuatu. Yang penting kita tidak perlu membuat hal kecil jadi masalah besar bukan?” “Kecil?” bisik Elara hampir tidak terdengar, tapi Adrian yang berdiri di belakangnya menangkapnya jelas. “Itu bukan hal kecil untukku,” tambahnya dengan suara yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Tidak ada seorang pun yang tahu betapa beratnya setiap kata yang keluar dari bibir Elara. Betapa rasanya seperti menusuk diri sendiri dan mengkhianati apa yang benar-benar terjadi padanya.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Sensasinya berat, panas, dan luar biasa nyata, mengusir dingin yang sejak tadi merayapi kulitku. "Dan sekarang ada padamu," ucapnya. "Iya." Aku memiringkan kepala, bersandar tipis pada tekanan tangannya. "Sesuatu yang seseorang ucapkan dengan benar pada waktu yang tepat, tidak pernah benar-benar pergi." Kata-kata bekerja dengan cara yang brutal dan ajaib. Ia merayap dari satu percakapan ke percakapan lain, hidup, dan mengakar di tempat yang jauh dari mulut yang pertama kali melahirkannya.
9.470.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai setiap kata yang tlah terucap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status