Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Sensasinya berat, panas, dan luar biasa nyata, mengusir dingin yang sejak tadi merayapi kulitku.
"Dan sekarang ada padamu," ucapnya.
"Iya." Aku memiringkan kepala, bersandar tipis pada tekanan tangannya. "Sesuatu yang seseorang ucapkan dengan benar pada waktu yang tepat, tidak pernah benar-benar pergi."
Kata-kata bekerja dengan cara yang brutal dan ajaib. Ia merayap dari satu percakapan ke percakapan lain, hidup, dan mengakar di tempat yang jauh dari mulut yang pertama kali melahirkannya.