Hantu Vila
Apa itu?
Ah, mungkin itu teman kosku yang mau mandi juga. Aku meneruskan langkahku menyusuri lorong panjang menuju kamar mandi, sambil berharap-harap dalam hati paling tidak ada salah satu kamar yang terang, menandakan ada penghuninya. Tapi perasaanku kian ciut ketika aku telah sampai ke ujung lorong dan tinggal berbelok ke kamar mandi. Tak satu pun kamar yang hidup lampunya. Semuanya mati. Satu-satunya penerang di lorong itu hanyalah lampu kuning watt rendah yang tergantung tepat di tengah-tengah. Alih-alih membuat terang, efek temaram yang dihasilkannya malah mendukung suasana horor yang menegakkan bulu kuduk. Lalu sosok yang ke kamar mandi tadi?
(Bersambung).