Under His Darkness
Dia bergerak presisi, tidak memberi celah bagi siapa pun untuk menebak apakah dia sekadar pengemudi biasa atau seseorang yang sedang mengendalikan sebuah permainan hidup dan mati.
Di kaca spion, bayangan itu kembali muncul. Sedan abu-abu yang sama. Tidak pernah menyalip, tapi juga tidak pernah menjauh. Mereka hilang sebentar di tikungan, hanya untuk kembali muncul beberapa blok ke depan. Polanya jelas. Pola berburu.
“Amore,” suara Damian rendah, datar, seperti tengah menimbang napasnya sendiri. “Kita akan masuk basement mall. Lalu pindah.”
Hot Chapters