Hasrat Kakak Tiri
Pesan-pesan dari Shana, yang kini terasa begitu menyakitkan.
Ia baru saja keluar dari kamar mandi, mengenakan kemeja yang sama seperti yang ia kenakan kemarin. Wajahnya kosong, langkahnya berat, seolah baru saja menempuh perjalanan ribuan mil.
Di belakangnya, Naya masih bersandar di ranjang, memandangi punggungnya tanpa kata-kata penghakiman, hanya kesedihan.
“Kamu nggak bakal bisa terus sembunyi, Arion,” kata Naya pelan, suaranya serak. “Kebohongan itu cepat atau lambat akan menyakitinya lebih parah.”