Ojol Menantu CEO
Demikian juga dengan Om Farhan.
“Oh, ya?” Om Farhan menunjuk ke arah Shasha. “Sepertinya, witing tresno jalaran songko kulino, ya?” ucap Om Farhan sambil terkekeh diikuti pula oleh aku. Aku tahu Shasha pasti sudah kesel kami membicarakannya. Tapi, bukankah seharusnya bangga, aku tidak menyembunyikan statusnya. “Kamu lihat, gadismu sudah merasa malu. Wajaahnya memerah bagai tomat ceri.” Aku tahu, Om. Dia sangat cantik kalau sedang malu begitu. Aku memandangnya lekat.
Hot Chapters