ENAK, PAK DOSEN!
tanya Diana dengan lembut, berusaha menggali lebih dalam apa yang ada di benak Claudia.
Kini, Claudia mengangguk lemah, air matanya kembali menetes di pangkuan. Pandangannya kembali menunduk, seolah malu dengan apa yang telah ia lakukan.
Sambil mengangguk, Claudia mengakuinya. “I-iya, aku mau terkenal kaya orang-orang. Kata pelayan Tante yang masih muda itu, yang rambutnya dicat merah, aku ini hanya benalu. Paling enggak aku harus menghasilkan uang kalau aku mau tinggal di sini. Aku enggak boleh merepotkan Tante. Jadi, aku teringat apa yang dilakukan Mami, dan tadi aku nekat ambil tab Shanum karena Om Damar gak beliin aku HP sampai malam tadi. Aku hanya mau dapat uang sendiri biar gak direme
Hot Chapters