LOGINMenikah tanpa cinta itu hal yang biasa. Karena tuntutan usia Nayla terpaksa melamar teman masa kecilnya Shaka untuk menikah secara kilat. Nayla yang dipenuhi dengan masa kelam akan pembulian serta misteri membuat Shaka mulai membuka hatinya dan rela menjadikan dirinya sebagai obat trauma sekaligus alat balas dendam untuk membalaskan setiap perbuatan buruk yang Nayla terima. Namun, cinta mereka terhalang oleh mantan kekasih Shaka dan juga orang-orang yang ingin memisahkan mereka. Tantangan pernikahan tidak berhenti meskipun keduanya saling berkorban iring berganti. Akankah kisah cinta mereka bersemi abadi seperti orang-orang pada umumnya. Akankah rumah tangga kilat mereka mampu bertahan hingga maut menjemput. Atau mungkin keputusan Nayla untuk menikah dengan Shaka adalah mimpi buruk. Entahlah, siapa yang tahu.
View MoreMereka bergegas pulang dan memeriksa rumah, tetapi Shaka juga tidak ada di sana bahkan pagar masih tertutup rapat, tidak ada tanda-tanda mobil masuk. Nayla dengan panik menghubungi polisi bertanya apakah Ena keluar dari penjara, ternyata tidak. Wanita itu justru jatuh terpuruk tak berdaya di jeruni besi. "Shaka hilang lagi! Shaka hilang lagi! Shaka hilang lagi!" Nayla menjambak rambutnya bingung."Mbak Nayla, tenang dulu! Tenang dulu, okay? Polisi bilang wanita psiko itu masih ada di penjara jadi mas Shaka pasti bukan diculik sama dia lagi. Tenang, kita pikirkan jalan keluarnya." Gilang memegang pundak Nayla mencoba menenangkannya. Kemudian, dia menelepon Vira. "Halo, Mbak Vira? Udah tidur apa masih terjaga?" tanya Gilang. "Halo, aku baru aja nidurin anak aku. Kenapa emangnya?" tanya Vira di seberang sana. "Bisa minta bantuannya? Mas Shaka hilang lagi!" "Apa?!" Setelah Vira memekik panggilan pun tertutup. Tanpa basa-basi wanita satu anak itu langsung menuju kediaman Nayla. Set
Hari berikutnya Nayla masih disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk. Seolah tidak pernah ada habisnya. Sampai hari sudah petang pun dia masih berkutat dengan tugas. Bukan hanya dirinya, semua karyawan pun sama. Sepertinya akhir-akhir ini perusahaan memiliki banyak pekerjaan dan malamnya Shaka harus menjemputnya dengan sukarela lagi. Dia bersandar di pintu mobil yang terparkir di depan gerbang, tersenyum menyambut Nayla yang lusuh tak berdaya dengan langkah gontainya. "Hai, nona yang super sibuk. Kelihatannya, kok, jauh lebih lesu daripada kemarin?" goda Shaka dengan senyuman manisnya. Nayla menunjuk wajah Shaka kesal, Singkirkan senyuman maut itu dariku atau aku akan menghabisimu!" "Ahahaha, tidak semudah itu." Shaka membukakan pintu mobil dan Nayla masuk dengan malas. "Hmm, sepertinya mau hujan malam ini." kata Shaka sambil menutup pintunya. Nayla mendongak memantau sekitar, "Ha? Masa? Perasaan ini udah malam, deh, Shaka." Shaka terkekeh, "Maksudku larut malam." Mesin dinya
Malam benar-benar jatuh. Kelap-kelip cahaya kecil menghidupkan kota. Perbedaan yang terlalu jauh. Sangat berbeda dengan tadi sore, malam ini benar-benar pesta rakyat yang hidup. Bahkan ada panggung megah di tengah taman yang diisi banyak orang. Nayla tidak tahu itu apa. Dia hanya berdiri di pinggir tiang lampu dengan semak-semak bunga hijau yang dililitkan lampu seperti kunang-kunang dan di tangannya memegang segelas teh susu dengan mutiara tapioka hitam di dalamnya. Berisik panggung dan kerumunan itu hanya bisa lewat di telinga, tetapi tidak didengar. "Hmm, teh susunya enak." Nayla mengunyah mutiara tapioka sampai pipinya mengembung. Dia terus memperhatikan panggung itu."Apa seenak itu?" Tiba-tiba suara lembut seseorang mengejutkannya dari belakang. "Shaka?! Aku kirain siapa." Nayla terjingkat sambil menoleh. Shaka terkekeh, "Lama nungguin aku?" "Lumayan. Aku sampai habis teh susu sama kopi dua gelas." menggoyangkan cup teh susu di tangan. "Maaf, aku baru pulang kerja. Jadi
Lenguhan di kedua lengan kokoh membuat tidur Nayla semakin pulas. Shaka hanya bisa mengulas senyum sambil menggendongnya memasuki rumah hingga membaringkannya di ranjang. Pelan-pelan, memastikan Nayla tidak akan bangun dalam pergerakan sekecil apapun. Dia sangat memperlakukannya lemah lembut seolah-olah Nayla adalah boneka yang bisa patah. "Sssttt, tenanglah. Kita sudah sampai di rumah," gumam laki-laki itu di balik senyumnya. Ketika dia hendak berdiri tegak, tangan Nayla meraih pergelangan tangannya dan menarik Shaka hingga mendekat. Jarak mereka hanya tersisa satu jengkal. Shaka terkejut, matanya berkedip menatap wajah Nayla yang masih terpejam erat. Gadis itu melenguh dalam tidurnya. "Jangan tinggalkan aku, Shaka," kemudian dia melantur. Shaka terkesiap luar dalam dan bingung harus bereaksi seperti apa. Dia tersenyum, menatap wajah Nayla lembut dan membelai pipinya."Dalam mimpi pun kamu tidak bisa melepaskan aku. Segitu takutnya kamu kembali kehilangan aku." Perlahan-lahan
Setelah sekian lama berusaha akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta. Mereka tidak mempermasalahkannya, hanya saja bekerja di tempat yang berbeda membuat mereka harus terpisah beberapa jam lagi dalam sehari. Nayla menjadi administrator di sebuah pabrik kertas, sedangkan Sh
Berspekulasi tentang cara membuat kerajinan tangan di dapur memang Shaka ahlinya, tapi naas dokter melarang mereka untuk memakan itu semua. Mereka harus mengikuti standar makanan rumah sakit sesuai resep dokter agar mereka segera sembuh. Alhasil Nayla dan Shaka harus berpuasa menahan makanan enak d
"Shaka?! Shaka di mana kamu?! Tidak mungkin! Ini semua tidak mungkin! Beraninya kau menipukuuuu!" Amarah Verlin menggema di villa. Seluruh orang suruhannya dikerahkan melacak keberadaan Shaka melalui akses keuangan dan mencarinya ke segala penjuru. Mereka kejar-kejaran waktu. Di bandara tinggal m
"Shaka? Aku minta maaf aku hanya mengira kamu..." "Setelah aku berusaha untuk menjadi sesuai keinginanmu, Verlin? Dan kamu terus mencurigaiku?" Shaka memotong ucapan Verlin dengan sangat kecewa. Verlin menggeleng dan berkata jika itu tidak benar. Dia tersenyum mencoba meyakinkan Shaka, tetapi Sha






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.