SHANIA
Shania berkata lugas, yang disambut senyum menyeringai oleh Zidan di ujung telepon.
Percakapan tak direncana itu pun berakhir dengan kemenangan di kubu Adrian. Shania yang tidak menyadari ancaman bahaya yang mengintainya, telah dengan sukarela mengiakan permintaan kunjungan ke rumah Adrian, dalam rangka menjenguk Zidan. Tentu saja, Zidan tak benar-benar berada di sana, dan Adrian, tak benar-benar menghubungi Shania didasari kepeduliannya pada sang keponakan.
Capítulos em Alta