Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
STARMOON

STARMOON

ucap Liam dengan tangisnya yang merintih dan memohon jika bisa membaginya “Liam” seru Ken dari belakang “kau tidak bisa membaginya itu porsi satu teguk racun, dan aku Bersama Ricky tidak menemukannya dimanapun” “tapi aku tahu racun ini, ini berasal dari bunga Ranuculus kau harus cari ke menara hitam Rostov aku sering melihat laboratorium racun untuk perang disana, ini racun berbahaya Liam, bisa membunuh dalam dua jam bahkan, biasa kita gunakan pada panah kita sebelum perang”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

"Makasih, Bi." Amora meneguk susunya. Ia melirik ke arah balkon. Cewek itu bangkit lalu melangkah menuju balkon dengan susu di tangannya. Udara malam berhembus menerpa wajahnya yang kini mulai mendingin. Matanya menatap langit, bibirnya tersenyum. "Kenapa malam itu dingin? Apa karena gak ada matahari?" gumam Amora sambil meneguk susunya.
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

ucap Meera tanpa suara juga dan menunjukkan tangannya yang sedang menengadah. “Oh,” ucap Varo masih tanpa suara sambil tersenyum kikuk. Varo kemudian berdoa, sesuai yang ia tahu, dia hanya sering lupa membacanya dulu saat akan makan dan itu masih berlaku sampai saat ini. Setelah selesai, Bu Naina mengambilkan makan untuk suaminya terlebih dahulu, kemudian untuk tamunya, setelah itu untuk dirinya. Terakhir Meera mengambil makannya sendiri.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

ujar Irine yang juga tiba-tiba nongol entah dari mana sambil menarik tanganku ke hadapan dua orang cowok. “Tuh, pilih salah satu,” katanya lagi. “Pilih? Gaya kamu Rin, kayak emak-emak jualan kacang dipasar,” candaku. Yang satu hitam, pendek, yang satunya lagi putih, tinggi. Ya, jelas aku memilih yang putih dan tingggi lah, begini-begini, aku jagonya memilih. Aku mengulurkan tanganku, tersenyum sambil bertanya” Hai, aku Renjana, kamu?”
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

ucap Alice seraya tersenyum menggoda. "Purnama." Purnama melihat tampilan Alice yang sangat modis, gaun selutut tanpa lengan berwarna peach sangat cocok untuk kulitnya dan riasan wajah natural menambah kecantikannya. Bintang dan Alice asik berbicara bahkan terkadang mereka tertawa, Purnama merasa tidak dianggap. Ia kemudian sedikit mundur dan duduk di kursi tak jauh dari Bintang.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

Bella dari tadi mencari keberadaan Reyhan untuk memberikan jus orange yang segar buatannya. 'Aku sudah mencampur minuman ini dengan obat perangsang, kali ini Reyhan harus jadi milikku, sudah lama dia mengabaikan aku,' batin Bella dengan senyuman penuh arti. "Hei Rey, aku bawakan jus segar buat kamu, aku cari kamu dari tadi," ucap Bella saat mendekati Reyhan. "Terima kasih, kamu baik sekali," ucap Reyhan dengan senyuman manis.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
DINODAI SEPUPU

DINODAI SEPUPU

🏵️🏵️🏵️ Air mata Hana kini jatuh membasahi pipi setelah melihat foto dirinya dan Bara yang hanya ditutupi selimut. Namun, Hana tidak mengerti kenapa wajah Bara ditutupi stiker. Dia makin curiga terhadap orang yang memberikannya minuman malam itu.
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
Sihir Cinta Sang Rembulan

Sihir Cinta Sang Rembulan

"Jadi kamu mau membeli makanan untuk aku?" Quesha tidak memilih keduanya, dia hanya perlu mengayunkan tongkatnya saja untuk menyediakan Nick makanan. "Sepertinya aku akan membeli, kamu mau makan apa?" "Apa saja, yang penting disiapkan dengan manis dari kekasihku ini," jawab Nick. Dia tidak akan pergi, melainkan menyihir Nick agar tertidur secara cepat. "Tidurlah Nick! Ini adalah sebuah perintah dariku! Kamu makan dalam pengaruh sihir seorang putri rembulan, tidak boleh menolaknya."
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai shinju no nectar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status