Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hush! No Drama Allowed

Hush! No Drama Allowed

"Kalau mau nungguin Miss sampai ban motornya selasai ditambal bagaimana? Nggak apa-apa juga, kan?" "Ya nggak apa-apa sih, Mas." Sam tersenyum lalu mengambil sekotak Dunhill dari tasnya. "Keberatan kalau saya merokok, Miss?" "It's okay. Silahkan saja." Sam menyulut sebatang rokok sambil mengamati tukang tambal ban yang mulai mengeluarkan ban dalam motorku. Sekali lagi aku diam-diam mengamati Sam. Secara fisik, dia termasuk tipe yang aku suka. Perawakannya tidak kekar, tapi cukup bugar dengan tinggi badan sekitar seratus tujuh puluh lima sentimeter. Kulitnya yang sawo matang memberikan kesan Maskulin. Wajahnya pun terbilang tampan, walaupun bibirnya agak sedikit gelap.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai si tampan
Baca
+Pustaka
Negeri Tanpa Penghuni

Negeri Tanpa Penghuni

Si Tampan menghampiri Si Kapak yang mulai tersudut di antara tiang layar. "Ah, mari kita beri mereka pelajaran!" Tubuh Si Tampan lebih ramping sehingga dia tampak gesit ketika kembali menerjang musuh. Dia bergantian dengan kawannya untuk sama-sama membubarkan kepungan. Bahkan, lelaki bertubuh sedang itu naik ke tali penyangga tiang layar untuk menjuntai sembari mengarahkan tendangan-tendangan mematikan. Bagi Si Tampan hal demikian tampak mudah karena diawali oleh serangan kapak dari kawannya. Ketika musuh kehilangan konsentrasi maka saat itulah serangan susulan dilakukan.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai si tampan
Baca
+Pustaka
BURONAN

BURONAN

Wajah Sammy yang tampan dengan kedua rahang tegas, wajah berbentuk oval, hidung mancung, rambut hitam legam, alis tebal serta bibirnya yang tidak tebal juga tidak tipis, sedikit terbelah di bagian bibir bawah serta bulu mata lentik pria itu yang sangat Rheyna sukai, sukses mengalihkan dunia Rheyna. Beberapa detik berlalu, saat Rheyna hendak berkata sesuatu, tiba-tiba suara panggilan Nenek Kiran yang terdengar dari arah dalam membuat Rheyna menelan kembali kalimat yang hendak dia ucapkan secara bulat-bulat. "Rheyna... Tamu spesial kita sudah tiba, mari sini Nak," panggil Nenek Kiran untuk yang kedua kali. "Ayo Mr. Sam, kita masuk," ajak Rheyna pada Sammy yang masih saja bergeming.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 573 kali sebagai si tampan
Baca
+Pustaka
Dokter Tampan Itu, Suamiku!

Dokter Tampan Itu, Suamiku!

Rasanya sakit itu mengganjal lagi di hati. Kubasahi mataku dengan air. Tetapi air mata selalu membasahinya lagi. Seraya bercermin menatap diri bernama Sukma. Menatap bagaimana bisa aku menjalani hari jika semuanya berantakan. Kuguyur seluruh tubuhku. Tak adapun air yang tak membasahi. Membersihkan sela-sela tubuhku dari kotoran dan busa. Ku-susut tetesan air yang ada di tubuhku. Memakai baju dan celana yang sudah kubawa. Aku mengeringkan rambutku seraya keluar dari kamar mandi.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai si tampan
Baca
+Pustaka
Tunangan Bohongan si Senior Tampan

Tunangan Bohongan si Senior Tampan

Sikap wanita tomboi itu memang selalu berhasil membuat kedua sahabatnya malu. Dengan cepat Ghea menyenggol Denia agar menjaga sikapnya, tapi di luar dugaan justru terjadi. Wanita tomboi kembali berulah hingga membuat Nadira kehilangan muka di hadapan pria tampan yang saat ini ada bersama mereka. "Jadi ini senior tampan yang selalu lo kagumi, Nad? Kalau modelnya kek begini sih, gue juga mau!" celetuk Denia yang ikut terpesona dengan wajah tampan Davin.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai si tampan
Baca
+Pustaka
CEO Tampan Pemenangnya

CEO Tampan Pemenangnya

Scarlett berkata seolah dia bisa mengendalikan pria di depannya ini. “Bagaimana jika aku menolak menemanimu?” pria itu berkata sambil menunjukkan senyuman aneh. “Omong kosong, cepat katakan berapa tarif yang kamu inginkan? Seribu dolar? Dua ribu dolar? Atau mungkin tiga ribu dolar?” Scarlett berkata dengan tidak sabar. Pria itu tersenyum sambil menyesap minuman di tangannya, “Baiklah jika kamu bersikeras, aku setuju menemanimu malam ini.”
9.42.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai si tampan
Baca
+Pustaka
Terjebak Dendam sang Pewaris Kejam

Terjebak Dendam sang Pewaris Kejam

Tapi wanita itu . “Hah, baiklah. Aku juga tidak berniat untuk mengalah, karena tidak ada namanya kekalahan dalam kamusku,” ucapnya. Sam lalu mengeluarkan ponselnya, dia lalu memotret Anin diam-diam. “Ini mungkin salah, tapi aku adalah Samuel Seanca. Setiap perintah Tuan, pasti akan aku lakukan dengan berhasil.” Sam lalu menghubungi salah satu anak buahnya.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai si tampan
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Pwati
Halo semua, uthor mau minta maaf karena baru bisa update setelah 3 hari libur ya hehe... tapi insya Allah kedepannya uthor akan lebih rajin lagi buat update... oh iya, uthor jg mau kasih tahu, kalo di sini ada buku baru aku "Putra Tersembunyi CEO Kejam" kalo kalian penasaran, bisa dibaca ya......
Ummu Kaltsum
ga suka bgt sama keluarga fara, mrk tu playing victim, dari awal fara kiel yg sdh nyakitin zion trz fara nyakitin alya & membuat zion hrs buang zayden dan alya... trz fara nyuruh daniel bunuh alya, kenapa semua itu dianggap aland kesalahan kecil? egois bgt! kenapa yg ngerasa bersalah cman zion?
Baca Semua Ulasan
Pura-Pura Amnesia

Pura-Pura Amnesia

ucap Sammy. Pria muda berwajah manis dan tampan dengan alis cokelat dan bibir tebal itu memang terlihat menawan. Gigi berderet yang rapi dan mata kecoklatan miliknya terlihat cerah tiap kali ia tersenyum. "Yah, begitulah," ucap Amanda tersipu karena ia teringat lagi apa yang sedang dibayangkannya tadi. "Apa yang akan Anda lakukan setelah keluar dari sini, Tuan Sammy? Apakah Anda akan mengajar di sekolah lain?" tanya Amanda berbasa-basi.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai si tampan
Baca
+Pustaka
Ternyata Suamiku Tampan

Ternyata Suamiku Tampan

Berdiri disana seorang pria tampan, yang tersenyum tipis padanya. Tapi suaranya hampir mirip dengan suara Fahmi. "Ahh ... Para pria "kan emang suaranya hampir mirip-mirip begitu. apa akunya saja yang lebay," batin Anisa masih meneliti pria di depannya. Berharap, andai wajah Fahmi setampan pria itu.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai si tampan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status