SERULING SAKTI SANG NAGA
Prajurit-prajurit Mongolia yang rata-rata bertubuh besar dan kuat menghajar pasukan Qi Yun tanpa ampun, menciptakan lautan darah di medan pertempuran.
Di tengah kekacauan, Qi Yun turun dari kudanya. Matanya berkilat liar, tangannya menggenggam erat golok pembunuh naga. Dengan suara lantang, ia merapal mantra, "Seribu Golok Penghalau Musuh!"
Namun, keheningan yang mencekam menggantikan ledakan kekuatan yang diharapkan. Goloknya tetap diam, tak bereaksi. Wajah Qi Yun memucat, keringat dingin membasahi dahinya.