REUNI
Tama pernah bilang dia akan menjenguk istri dan anak-anaknya di akhir pekan.
Tama menggaruk pelipisnya, seperti sedang berpikir. "Kayaknya enggak. Pekerjaan lagi hectic banget." Alasan yang klise, tapi masuk akal. "Besok aku juga masih harus masuk kerja."
"Oh, ya? Lalu kenapa tengah malam malah video call?"
Tama melebarkan senyum. "Sleep call. Nggak apa-apa, kan?"
Aku terkekeh. Sleep call itu berlaku buat pasangan. Aku dan Tama kan bukan pasangan. "Sleep call sama aku? Nggak salah? Kenapa nggak sama Sintia? Kalau sama dia baru bener."
Hot Chapters