Bias Cinta
“Kata Ranu, semalam sudah nggak muntah-muntah,” ujar Cinta melihat penampilannya sekali lagi di depan cermin, “Kalau hari ini sudah enakan, besok mungkin bisa keluar dari rumah sakit, terus lusa baru pulang.”
“Bulan madu macam apa itu,” cibir Bias lalu mencium pipi Cibi di gendongannya, “harusnya mereka bisa–”