Dimanja Suami Kontrakku
balas mama Ayara.
Diam sebentar.
Mama Ayara mencondongkan tubuh sedikit, bukan agresif, tapi intim.
“Nit… Mama tahu kamu ingin bercerai.”
Kalimat itu diucapkan tanpa dramatisasi, tanpa penyangkalan, tanpa menyalahkan.
Anita menunduk. Malu. Perasaannya tidak nyaman, lebih ke tidak enak hati.
“Mama juga tahu kamu enggak menyerah karena kamu tidak cinta,” lanjut Ayara. “Kamu menyerah karena kamu terlalu cinta. Itu dua hal berbeda.”