KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Giliran dapat rezeki nomplok, lagi bahagia, kamu berbagi sama dia. Tapi giliran sedih, bertengkar sama dia, baru pulang ke aku. Gini ternyata ya, nasib istri mandul,“ lanjutku. Mas Hangga mendesah berat.
“Aku lagi pusing banget, Ra. Please ... Jangan ditambahi,“ katanya.
“Kamu pusing juga karena ulahmu sendiri, Mas.“ Aku menyahut sambil melepaskan mukena.
“Sudahlah, Ra. Aku beneran capek,“ katanya sambil merebahkan tubuh. Aku mendengkus kasar. Menatapnya yang kini memejamkan mata. Seketika, menggigit bibir saat bayangan tadi kembali menghantui. Dosa sekali aku, telah mengkhianati Mas Hangga.
“Kamu kenapa, Ra?“
Aku menggeleng cepat.
Bab Populer