Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gaun Pengantin Untuk Maduku

Gaun Pengantin Untuk Maduku

Karena sebagian besar lembar sketsa yang dipilih adalah hasil dari karya coretanku semua. "Aku ambil semua ya, Mbak!" Setelah menimbang rasa dan kebutuhan, kuajukan permintaan itu dengan penuh harap. Seketika Mbak Vina membeliakkan mata beloknya. Ia menggeleng, lalu berdecak kemudian. Sejak melihat sketsa itu, benakku mulai menghitung akan banyak pundi-pundi uang yang akan masuk dalam rekening pribadiku.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Tawanan Pewaris Psikopat

Tawanan Pewaris Psikopat

tanya Meta meminta pendapat, sembari menunjukkan hasil karyanya. Semua orang terdiam, di atas canvas tempak sketsa arsitektur kastil tersebut. Namun, bukan itu yang jadi pusat perhatian mereka, melainkan semua orang yang berada di sana. Meta memberikan skesta untuk objek berupa kastil, Ren, Regano, sang pemandu, Edward dan dirinya yang duduk di sudut ruangan sembari melukis. “Ini bahkan lebih menakjubkan dari objek utamanya,” gumam Azura terharu, dirinya berada di sisi Edward saat Meta mengambil objek untuk dilukis.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 493 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Bisakah Anda menjelaskan gambar-gambar konseptual ini?" Senja, dengan tenang memegang cawan gelasnya, mulai menjelaskan sketsa-sketsa tersebut kepada Stuart. Stuart, yang sedang merencanakan sebuah game bertema pasca-apokaliptik, telah melakukan riset mendalam tentang berbagai skenario kiamat. Kebanyakan game dalam genre ini cenderung memiliki cerita yang serupa, namun penggambaran dunia oleh Senja begitu unik dan berbeda.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Balada Cinta Duda Belanda

Balada Cinta Duda Belanda

Kemudian satu persatu sketsa yang telah selesai, ia tempel pada papan di dinding kamarnya. Kemudian ia menghitung jumlah sketsa yang telah selesai pengerjaannya. "Delapan desain? Lumayan lah, sebagai beginner, delapan sketsa dalam satu bulan, itu sudah prestasi!" serunya untuk menyemangati dirinya. Tak lama berselang, notifikasi pesan WA Alexa kembali berbunyi, ia pun segera membukanya setelah melihat nama sang pengirim pesan. Al, jangan lupa bulan depan ya, tepatnya dua pekan lagi. Cannot wait to see you again, Al.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

Sketsa-sketsa kasar tertempel di papan inspirasi, dan kain-kain perca berserakan di meja kerja. "Jadi ini tempat lahirnya koleksi-koleksi yang ikonik itu," gumam Rasya. Aurora menutup pintu, meletakkan tasnya. "Maaf ya, berantakan. Aku lagi hectic persiapan musim depan." Rasya tersenyum hangat, lalu duduk di sofa beludru maroon di tengah ruangan. Ia menepuk tempat kosong di sebelahnya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Ira mengusap meja makan yang terbuat dari kaca yang begitu tebal. Bayangan tentang rumah perusahaan raksasa Skyline memang seperti ini. Seperti istana. Diisi dengan barang-barang mewah dan mahal. “Jangan disentuh terlalu lama. Bisa retak.” Faza berbisik pada kekasihnya. Ira menoleh—berdecak pelan. Faza tertawa—senang sekali menggoda kekasihnya itu. “Maaf-maaf, aku bercanda.” Faza mencium puncak kepala Ira pelan.
9.6298.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.8K kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Pergi!

Biarkan Aku Pergi!

Kemudian, Wesley memimpin jalan dan mengajak Catherine berkeliling di sekitar vila besar itu. Selain itu, Wesley menyebutkan keinginannya untuk memiliki gym, teater, lapangan basket, dan kolam renang dalam ruangan. Catherine memiliki gambaran umum tentang kesukaan dan keinginan Wesley. Dalam waktu kurang dari setengah jam, Catherine memberikan sebuah sketsa indah ke tangan Wesley. Wesley melihat sketsa itu, tidak dapat menemukan kesalahan. Rencana desain ini persis seperti yang dia bayangkan.
9.76.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196.9K kali sebagai sketsa kasar
Tampilkan Ulasan (1979)
Baca
+Pustaka
Zeshan Shandu
sebenarnya aku bosan dengan alurnya yang sama... seperti g ada habisnya masalah yang terjadi. paling kasihan sama cathy.. emang boleh ya laki2 seberkuasa itu? tapi jujur aj setiap kali merasa bosan, menit selanjutnya bikin penasaran...
Ella Yuni
ceritanya bagusss banget,, walaupun chapternya ribuan tapi berasa padat gitu isinya. suka banget sama kisahnya shaun n catherine masih belum puas sama ending temen2nya shaun. chester walaupun badboy tp keren, knp harus cacat. rodney knp dibikin carakternya jd bego gini sama author
Baca Semua Ulasan
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Sakha sibuk membaca buku, Argan sibuk mengoreksi skripsi. “Ayah ....” “Ya, Sayang.” Argan melirik Sakha. “Ayah bisa bikin kayak gini, nggak?” Sakha menunjukkan sebuah gambar mainan DIY di buku yang berisi cara-cara membuat mainan DIY. Argan meletakkan lembaran-lembaran skripsi yang sedang ia koreksi. Ia melihat gambar tersebut dan membaca cara-caranya. “Membuat rumah dari stik es krim,” Argan membaca setengah bergumam.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status