Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Penjinak Monster

Legenda Penjinak Monster

Kain itu terjepit di antara celah-celah kertas. Mata Link berbinar. Dia merobek kertas itu dan mengeluarkan kertas gambar putih yang tembus pandang. Di atas kertas itu terdapat sketsa bangunan modern yang megah dan tampak seperti aslinya. Segala jenis cahaya dan bayangan saling berjalin dan muncul melalui sebuah pensil. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa itu 'menakjubkan'. Gedung pencakar langit di atas kertas itu adalah perusahaan United Pharmaceutical yang pernah dikunjungi Link sebelumnya.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

‘Pak Damian mau modus apalagi sih? ​Ia berdiri tepat di samping meja Damian, menyodorkan layar tabletnya dengan tangan yang sedikit gemetar. "Ini, Pak... Saya baru bikin sketsa kasar buat tema 'Serenade of Night'. Konsepnya perpaduan antara batu safir gelap sama lekukan emas putih yang melambangkan keindahan malam yang tenang tapi misterius. Gimana menurut Bapak? Udah masuk kriteria belum—" ​Sreeet.
1043.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Transaksi Manis dengan Dokter Dingin

Transaksi Manis dengan Dokter Dingin

Amara membutuhkan balok es dengan ukuran sekitar 30 meter persegi, sehingga harus memesan terlebih dahulu agar pemiliknya bisa mempersiapkannya. Kemudian, Amara mulai membuat sketsa dengan menggunakan tablet. Kezia dan Tasya senang bisa bersantai, sehingga mereka pergi berbelanja di sore harinya. Saat mereka kembali, Amara hampir selesai menggambar sketsanya. Dia kemudian mengirimkan gambar tersebut ke grup agar Kezia dan Tasya bisa melihatnya.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Gagal Move On!

Gagal Move On!

gumamnya. Tara akhirnya membiarkan Raka. Sembari menunggu lelaki itu, Tara membereskan barang-barangnya. Ada beberapa obat yang Raka bawa di dalam tasnya dan perlengkapan lainnya yang lelaki itu butuhkan. Tara mendapati buku gambar tebal di antara barang bawaannya. Banyak sketsa gambar yang lelaki itu gores di lembar-lembar kosong itu dengan beberapa catatan yang tidak Tara mengerti. Apa mungkin yang Raka sebut sibuk itu adalah seperti ini?
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
(Bukan) Istri Kontrak Tuan Valerius

(Bukan) Istri Kontrak Tuan Valerius

"Oh! Dimana sketsaku? Aku menaruhnya di meja semalam." Sarah melangkah maju dengan senyum miring. "Sketsa sampah itu? Mungkin sudah dibuang oleh petugas kebersihan, Kiya. Sudah relakan saja. Lagipula, hari ini adalah presentasi konsep besar di depan Tuan Kenzo. Kami tidak punya waktu untuk membantumu mencari hal tidak penting."
10444 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

"Tapi kenapa aku gak bisa menjauh juga?" Raska sedang mencoret-coret ide mural baru. Ezra datang dengan alasan meminjam cat. Raska melirik, sopan seperti biasa. “Kamu butuh bantuan?” Ezra menatapnya tanpa senyum. “Nggak. Cuma lewat.” Tapi saat hendak pergi, Ezra melihat sketsa kecil Raska di kertas kerja—gambaran seorang gadis sedang tertawa sambil memegang saputangan biru.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Ia mengirim voice note ke grup anak teknik: “Gue tuh ya… baru sadar, anak arsitektur tuh bukan sekedar jago gambar. Merek atuh bikin hidup lo kayak desain mereka—berantakan dulu, revisi berkali-kali, tapi ujung-ujungnya, jadi tempat paling nyaman buat pulang.” Sedangkan Citra di kamarnya, menatap sketsa bangku taman. Di pojok kanan bawah, tanpa sadar… ia gambar garis kecil menyerupai lesung pipi.
798 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

Atha memperlihatkan ekspresi bingung saat melihat kertas di tangan Gara. “Ini masih gambar awal Tha, mockup namanya,” jawab Akash sambil mengulurkan tangannya pada Atha dan membawa putranya itu duduk di sampingnya. “Yang dibuat Om Esa itu mockup untuk bangunan, sementara yang dibuat Om Gara itu mockup untuk lanskap outdoor.” Entah Atha paham atau tidak dengan penjelasan ayahnya, tapi kepala pria kecil itu mengangguk pelan.
9.99.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai sketsa kasar
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Baca Semua Ulasan
The Billionaire's Little Victim

The Billionaire's Little Victim

Namun, di balik garis-garis sketsa yang rumit itu, Arthur menyisipkan kode-kode arsitektural tertentu. ​Pada hari Kamis malam, Arthur menyerahkan buku sketsanya kepada Estela di ruang tengah. "Ibu, ini tugas gambar rumah tua yang kemarin. Arthur udah selesai bikinnya. Terus di lantainya Arthur kasih pola ubin, sama ada saluran udaranya juga biar mirip asli," kata Arthur sambil memberikan buku tersebut.
10852 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kedua yang Dirahasiakan Suamiku

Pernikahan Kedua yang Dirahasiakan Suamiku

Begitu Siska duduk di sampingnya, Pasha menyandarkan kepalanya di atas bahu istrinya. “Malam ini tenang sekali, ya?” komentar Pasha dengan suara dalam. “Di sini tenang, tapi di luar sana pasti ramai orang.” Siska menyahut. “Sudah berapa banyak sketsa yang kamu buat hari ini?” “Berapa, ya?” ucap Pasha sembari mengingat-ingat. “Beberapa lembar kertas isinya sketsa semua, biasalah. Itu juga belum sempat aku sempurnakan lagi.”
1044.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 924 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status