Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

Matanya membelalak melihat apa yang ada di dalamnya; kaos, tas kanvas, gelang manik-manik, juga jepit rambut. “Kamu dari mana? Liburan? Sama suami kamu?” Wina menatap Bintang penasaran sementara tangannya mengamati oleh-oleh tersebut. Bintang mengangguk. “Ya, begitulah,” jawabnya sambil berpura-pura sibuk membuka tas untuk menutupi pipinya yang memanas. “Wah, bagus sekali!” Mata Wina berbinar. Dia mengangkat jepit rambut dari kayu yang dihiasi dengan bebatuan yang disusun indah.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as sketsa kokushibou
Read
+Library
Bosku, Mantanku!

Bosku, Mantanku!

“Gue masih ada stok cokelat dua puluh batang di rumah. Lagian enek juga lama-lama makan cokelat tiap hari.” Teman kelasku menyengir senang mendapat rezeki nomplok. “Kalo gitu makasih deh, cokelatnya. Tapi lo terima, nih, kertas suratnya. Nempel di bungkus cokelat soalnya, gue gak enak buangnya.” Aku menerima secarik kertas dengan tulisan tangan yang sering kulihat satu bulan belakangan ini. Disitu tertulis jelas nama Mahesa Bagaswara ditulis dengan huruf kapital membuatku penasaran dengan wajah aslinya.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as sketsa kokushibou
Read
+Library
Sepuluh Pesawat Kertas

Sepuluh Pesawat Kertas

Dia hanya tersenyum singkat, lalu masuk kembali dan keluar dengan kotak berisi banyak pesawat kertas. “Di sini ada sepuluh pesawat kertas yang udah gue tulis dengan banyak harapan. Aku harap Tuhan bakalan ngabulin harapanku walaupun cuma satu doang.” Ailis hanya mampu terpaku. Memerhatikan Ares yang kini mulai mengeluarkan pesawat kertas itu dan menerbangkannya satu demi satu. “Percuma kamu ngelakuin itu. Pesawat kertasnya cuma terbang sebentar dan akhirnya jatuh ke tanah.”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as sketsa kokushibou
Read
+Library
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

Biru kemudian meletakkannya terbalik, memperlihatkan sebuah gambar karakter anime berambut kuning berkacamata dan juga headphone yang digantung di lehernya. “Ini husbuku. Sebenarnya banyak, sih. Ada Sugawara, Daichi, Tobio, Shoyo, Yamaguchi, Kenma, Oikawa, terus Tsukishima Kei ini yang paling kusuka.” Biru bercerita dengan antusias. “Oh, ya? Banyak juga. Kenapa kamu paling suka yang, siapa tadi? Sukisima?”
101.8K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as sketsa kokushibou
Read
+Library
Dibalik Bayangan Masa Lalu

Dibalik Bayangan Masa Lalu

Jawab Bobby sambil tersenyum. "Begitu ya." Kata Derek pelan. "Aku merasa tersanjung." "Maukah anda melakukannya?" tanya Bobby dengan nada penuh harap. Derek mengalihkan tatapannya dari Adina dan kembali menatap Bobby. "Tentu saja aku mau. Kenapa tidak?" "Wah, hebat." Kata Bobby kegirangan. "Tidak usah repot-repot." Sela Adina. "Aku sudah mengerjakan sketsa kasarnya." dengan acuh dia menunjuk tumpukan sketsa yang berada di belakangnya.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as sketsa kokushibou
Read
+Library
Tokyo Dai Roman

Tokyo Dai Roman

Hiroto tertawa. Risa tak menjawab, dengan wajah tertunduk ia kembali melanjutkan sketsanya. Setelah itu, mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Hingga tak terasa, 5 menit berlalu. Risa memperlihatkan sketsanya yang sudah selesai, dan seperti biasa, hasil gambar Risa selalu membuat Hiroto terpana. Tapi dalam sketsa kali ini, Hiroto tampak tersenyum lebar dalam sketsa tersebut. Sontak, ia langsung bertanya-tanya.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 281 Times as sketsa kokushibou
Show Reviews (5)
Read
+Library
Sora Takahashi
Halo~ Sudah lama sekali tidak update. Maaf author sempat menghilang selama beberapa tahun lamanya karena kesibukan kuliah dan kerja. Banyak sekali hal yang dilalui sampai tidak sempat untuk update cerita. Di tahun 2022, author diberi kesempatan untuk tinggal selama 1 tahun di Jepang, negara impian..
FETER GAMING
kenapa setiap melihat kebahagian arata aku ngerasa sdkt ada rasa sakit y. smga aja ini hnya perasaanku saja rapi aku tajin hasumi sdh bnar2 rela melepaskan sensei dan bner2 menyukai senpai. ah ga sabar nunggu next thor
Read All Reviews
Awas Kesetrum!

Awas Kesetrum!

Ia melenggang masuk dengan gaya centil, lalu menghampiri Sekar sambil menengadah, kedua pipinya ditepuk-tepuk pakai telapak tangan sendiri. “Kalau Kakak pengin cubit pipiku yang menggemaskan, boleh kok!” katanya riang, menampakkan wajah imut yang tidak tertandingi — mata berbinar, senyum manis, dan ekspresi tulus seperti bayi yang habis mandi. Sekar terdiam sepersekian detik. Lalu— Pluk! Cubitan kecil mendarat di pipi kanan Xiaohan, diikuti seruan, “Haa~ lucu banget kamu tuh!"
10954 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as sketsa kokushibou
Read
+Library
Si Bungsu Shintya

Si Bungsu Shintya

Shintya mengambil secarik kertas, dengan mengumpulkan keberanian, dan menghela napas berkali-kali, dia mulai menuliskan isi dan perasaannya, dengan kedua temannya mengawalnya dari samping. Butuh waktu kurang lebih 10 menit menuliskan surat konyol bagi Shintya. "Nah siap." Katanya sembari menyerahkan kepada kedua temannya. "Tapi ingat, cuman kita yang tau. Truz ngasihnya jangan yang ada orang." Lanjutnya. Kedua temannya menunjukan jempolnya. Dan setelah itu mereka mulai melakukan aksi mereka, menuju kelas Robertino.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as sketsa kokushibou
Read
+Library
Sketsa

Sketsa

Gavin meraih buku sketsa Naya, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi sembari mengamati lekuk wajah Gerald. "Hei, kembalikan!!" Laki-laki itu semakin mengulurkan tangannya ke atas untuk mencegah Naya merebut kembali buku sketsanya. Di lihat dari manapun sketsa ini memang mirip dengan dirinya. Hanya warna mata nya saja yang beda. "Jangan bilang selama ini kau suka padaku? Aku tidak menyangka ini.." Gavin menatap horor wajah Gerald yang ada pada buku sketsa gadis itu.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as sketsa kokushibou
Read
+Library
Ibu Kosku Genit

Ibu Kosku Genit

Saat ia tengah sibuk menata buku di rak, terdengar ketukan pelan di pintu. “Johan, boleh ibu masuk?” Suara Meri terdengar dari luar. Johan segera membetulkan kaosnya yang sedikit berantakan. “Silakan, Bu.” Pintu terbuka perlahan, dan Meri masuk dengan senyum khasnya. Ia mengenakan daster sutra berwarna biru muda yang membalut tubuhnya dengan pas, memperlihatkan lekuk tubuh yang membuat Johan menelan ludah tanpa sadar.
10.8K viewsOngoingAdded to Library 259 Times as sketsa kokushibou
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status