Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

Tapi belakangan, kekonyolan itu justru jadi sesuatu yang ia tunggu. Sesampainya di rumah, lampu ruang tamu redup. Bara sedang duduk di lantai dengan kanvas besar di depannya, kuas di tangan, cat berceceran di mana-mana. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Siska — melainkan gambar di kanvas itu. Sebuah sketsa kasar, dua orang berdiri di bawah hujan, satu payung di atas kepala mereka. “Itu siapa?” tanya Siska, melepas sepatu dan menatapnya.
875 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

Yogas ikut membantu Padma menata di rak yang agak tinggi. “Semoga nggak ada suku yang kayak kalian. Serem.” Yogas terkekeh dan Padma kembali melanjutkan pekerjaannya. Setelah dua minggu mencari di laptop dan berkas-berkas yang ditinggalkan Catra, Padma tak menemukan apa pun selain sketsa yang belum selesai—yang kalau Padma lihat-lihat lagi, sketsa itu merupakan gambar dari kamar kosong di sebelah kamar utama di rumah mereka.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
My Pain Killer

My Pain Killer

Tatapan Ares mengunci, menimbulkan gelenyar halus di dada, yang selalu kutahan. Andai kamu tau, Res. Buku sketsaku hanya dipenuhi sketsa wajahmu, ungkapku dalam hati. "Sketsa yang kamu bikin waktu pameran kebudayaan dulu, masih gue simpan," katanya, dengan senyum yang tidak biasa, menghias bibir. Menambah debaran yang semakin menguat dalam rongga dadaku. "Males, ah! Gambar gue jelek," tolakku.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

(Pembohong yang buruk) Zaara terus berlatih melukis setiap hari. Namun kali ini dia hanya menggambar sketsa dalam sebuah buku sketsa berbahan kertas manila, berukuran kertas A4. Ada banyak goresan yang sengaja dia tinggal dalam kertas tersebut, dengan tujuan dia bisa merasakan tekstur kertas yang tergores, membuatnya mudah dalam membuat goresan yang tak putus untuk menunjukan sebuah sketsa gambar dalam ingatannya.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Semua orang juga ikut menganggukkan kepala. Wira meminta Dewina membantunya untuk menyiapkan peralatan menulis, lalu dia mulai menggambar sebuah sketsa di atas kertas. Semua orang juga mengelilinginya dan tatapan mereka fokus pada sketsa itu. Sketsa itu menunjukkan struktur bangunan, tetapi bangunannya berbeda dari yang biasa mereka lihat. Dalam pemikiran mereka, hanya ada satu jenis rumah yaitu rumah biasa. Meskipun rumah para pejabat, rumah itu tetap hanya satu tingkat saja.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202.9K kali sebagai sketsa kasar
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Cinta Perlahan Sang Pengacara

Cinta Perlahan Sang Pengacara

Shea bisa mendengar suara lain yang berbisik-bisik di balik pintu kamar. Sambil menghela napas panjang, dia mencoba untuk tenang dan fokus. Di dinding ada gantungan sketch lama, pinboard penuh sticky note warna ivory, serta potongan kain dijepit dengan penjepit kayu. Di lantai, kertas berserakan. Bersandar di pinggir ranjang, Shea mengambil pensil warna dan mulai mencoret-coret halaman sketchbook-nya, siluet gaun panjang, detail lipit di pinggang, veil yang menjuntai terang.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai sketsa kasar
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Lestia
sebenarnya walaupun Author bikin cerita chef galak itu mantan pacarku dengan pov chef Gun tetap aku baca Thor. Dulu berharap ada pov dari Gun waktu beberapa bab tapi keburu tamat. sampai sekarang masih kebayang-bayang chef Gun sama Paramitha
Icank Hanafi
slalu bagus tiap bikin cerita alurnya simpel ga bertele2 ga diulang2, tiap bab slalu ada kejutan klo bs kasih bintang 100 gw kasih deh thor yg blom baca wajib baca, nyesel ga baca.. next baca kisah hiro n naga
Baca Semua Ulasan
TO GET HER

TO GET HER

ujar Marcello tanpa melepaskan tangan Aneesa. "Apa ada lukisan di sini?" tanya Aneesa pelan dan masih canggung. "Ayo, kita lihat apa ada lukisan di sini," ucap Marcello dan masih menggenggam tangan Aneesa. Mereka kemudian mulai melangkah sembari melihat-lihat setiap benda yang disusun di rak-rak usang di sana dibantu dengan senter dari ponsel Marcello, sayangnya tidak ada lukisan hanya ada beberapa sketsa gambar sederhana, juga gambar dari sulaman tangan lalu dibingkai dengan rapi kemudian digantung di dinding dan sebagian diletakkan di atas rak. Sementara barang-barang lain seperti peralatan makan dari keramik dengan motif kuno, vas bunga, dan beberapa ukiran kayu sederhana tidak begitu men
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Tidak lupa Erza menyiapkan tumpukan kertas kosong dan pinsil untuk mereka membuat sketsa. Erza berbisik kepada keduanya "jika kalian mampu menahan lapar, dan mau membuat sketsa yang cantik untuk makan malam kali ini, aku sudah mempersiapkan hidangan yang tidak kalah lezat dan cantik di dapur. Kalian bisa sepuas-puasnya menikmati nanti. Sambil membuat sketsa, kalian bisa memakan kudapan di meja ini tanpa mengganggu makan malam, oke?" keduanya mengangguk cepat tanda setuju. Bagi mereka, membuat sketsa adalah kesenangan. Apalagi mereka di izinkan membuat sketsa saat makan malam dengan hidangan yang sangat istimewa. Tentu saja Erza sudah minta izin pada Ivan dan Ester tentang hal itu.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Rahasia Dibalik Kematian Sang konglomerat

Rahasia Dibalik Kematian Sang konglomerat

Aisyah memasukkan buku catatan itu ke dalam tasnya, lalu berbalik. “Kita harus keluar dari sini, sekarang,” desaknya. Saat mereka berdua berbalik menuju pintu, Aisyah melihat ke arah sudut laci tersembunyi itu sekali lagi. Di sudut kecil, di bawah debu, ada sketsa kecil yang digambar dengan tergesa-gesa. Sketsa itu menunjukkan simbol yang samar, seperti peta kasar. Di bawahnya, hanya ada dua kata yang ditulis dengan huruf kapital.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

Begitu juga tulisan yang ada di seberang, kebanyakan tak jelas di lihat mata. Sketsa jasad itu seperti berada dalam ruang kamar yang tak asing meskipun dindingnya masih terbilang sederhana. Yang nampak membuat kami terkesiap adalah, ada gambar capture kecil yang disobek dari surat kabar. Gambar itu memperlihatkan foto seseorang yang hanya terbidik dari kepala sampai dada.
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 616 kali sebagai sketsa kasar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status