Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bukanlah Prioritasmu

Aku Bukanlah Prioritasmu

Suaranya sangat pelan, tapi matanya terpaku pada tisu di bawah pensilku. “Permisi…. kamu yang menggambar ini?” Aku tersentak dan segera membalik kertas itu, ekspresiku tampak gelisah, “Hanya iseng saja.” Namun, dia tersenyum hangat, jelas-jelas terlihat bersemangat. “Bukan, ini bukan sekedar iseng.” Ujarnya dengan yakin. “Caramu membangun cahaya, bayangan dan emosi, ini hanya bisa kulihat di sketsa para ahli perhiasan. Ada jiwa di dalamnya!”
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai sketsa gambar seram
Baca
+Pustaka
Pangeran Terkutuk

Pangeran Terkutuk

Edmund mengangguk, ia mulai duduk menapak di rerumputan, obrolan ringan bersama gadis muda itu terasa menyenangkan walau sebatas mengulik seni dan karya-karyanya, "Pantas saja, semua terlihat nyata. Sejak kapan kau mulai melukis?" "Sejak kecil aku sudah suka menggambar. Ibuku bahkan menyimpan tumpukan buku sketsa masa kecilku sampai sekarang. Sungguh memalukan," Samantha bercerita semangat, ia senang seseorang mendengarkannya, "Oh, aku punya penyakit aneh yang muncul sejak usia lima tahun. Aku mulai kesulitan tidur setiap malam, tapi suatu hari ibu menyiapkan buku gambar, akhirnya sampai sekarang aku tidak bisa tidur jika belum menggambar."
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai sketsa gambar seram
Baca
+Pustaka
Pembantu nakal saya

Pembantu nakal saya

Dia bahkan memberi saya ekspresi terkejut ketika dia bertanya, "Bu, kamu bilang kamu pandai membuat sketsa." Ya, apakah kamu tidak suka gambar ibumu? Ah, tidak apa-apa. 'Bu, anjing yang Guru gambarkan untuk kita bukan anjing dengan tulang rusuk, itu lebih seperti kerangka,' kataku. 'Mungkin guru mengira kita punya anjing dan kemudian kamu punya tubuh itu, mungkin dia mengira kita tidak memberinya makan.' Tampaknya tidak menyukai gambar saya, jadi saya tidak yakin apakah saya harus tertawa atau menangis.
17.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 612 kali sebagai sketsa gambar seram
Baca
+Pustaka
Jerat Pemikat

Jerat Pemikat

“Ya gue penasaran, dia masih hidup atau sudah nggak ada. Kalau udah nggak ada, fix dia lagi minta tolong sama gue buat cari tahu tentang kematiannya.” Asma terdiam, aku pun mengira memang ada keganjilan dengan kematiannya. Selain dua tampilan Marimar yang jauh berbeda, datang tengah malam dengan wajah seperti itu jelas bukan manusia, melainkan demit yang ingin mengganggu manusia.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai sketsa gambar seram
Baca
+Pustaka
AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

Senja senang melihatnya. Namun semakin lama Senja melihat lukisan yang lain, gambar yang di buat oleh si pelukis semakin menyeramkan. Warna latar lukisannya pun menjadi abu-abu. Ada gambar awan menangis tersedu-sedu, pelangi berwarna hitam dan abu-abu, bintang tersenyum menipu, dan juga bulan yang terlihat menusukkan pisau ke matahari yang membuat matahari mati menjadi debu. Apa yang ada dipikiran Gauri saat membuat lukisan-lukisan seperti ini? batin Senja bertanya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai sketsa gambar seram
Baca
+Pustaka
Seserahan Kebo Gerang

Seserahan Kebo Gerang

Sesungguhnya. Seserahan Kebo Gerang tak bisa dialihkan. Kutukan itu hanya menunggu giliran. Dari Penulis Bapakku Dukun #NanaShamsy
564 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai sketsa gambar seram
Baca
+Pustaka
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

ar-benar merasa konyol. Itulah diriku yang naif. Akhirnya kunci itu ketemu lalu kubuka kamarnya. Kau tak akan percaya apa yang aku lihat. Awalnya aku sangat senang melangkah masuk ke dalam kamarnya, bagaimana tidak? Aku yang selama ini tidak pernah tahu kamarnya Faiz, sekarang bisa melihat isi dari kamar orang yang aku sukai. Tetapi, isi kamarnya tak semenarik yang aku bayangkan, malah aku bersedih. “Semuanya berisi kertas-kertas yang ditempel di tembok kamarnya. Kertas-kertas itu bukanlah kertas-kertas biasa, melainkan sketsa-sketsa karyanya. Yang membuatku sakit adalah sketsa-sketsa itu semuanya gambar dirimu. Semuanya berisi gambarmu! Iya, semuanya. Aku tak pernah menyangka ternyata ada o
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai sketsa gambar seram
Baca
+Pustaka
Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Sungguh semua rasa sesal yang ada saat ia bertemu dengan Gamma kini berubah menjadi kagum. Pandangan wanita itu mengitari setiap sudut ruangan, lalu kedua matanya tertuju pada kumpulan gambar anak kecil yang tersusun dengan rapi di sudut ruangan. Jumlahnya sangat banyak, bahkan Serra tidak bisa menghitungnya dengan pasti. Yang jelas basrisan foto itu adalah memori tumbuh kembang seorang anak yang ia dug aitu adalah Gamma dan William. Serra pun lantas mengulur tangan mengambil satu buah pigura berukuran kecil yang menampilkan seorang anak laki-laki berusia kurang lebih lima tahun sedang berpose datar tanpa ekspresi. “Kalau yang ini? Apakah ini foto Gamma dan William, Bu?” tanya Serra kemudian
9.8965.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31.9K kali sebagai sketsa gambar seram
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Sinar Rembulan
Terima kasih kepada kakak-kakak yang telah membaca cerita Istri yang Terpaksa Kau Nikahi ini. Jangan lupa vote dan komen ya! See you di cerita yang baru 🤍 untuk visual character tokoh dalam buku ini bisa kunjungi IG author di @sinarrembulann. Thank you.
Aurora Aurora
nyesek baca di bab 99 RUNTUH... Hiks...hiks .. ikut nangis... terharu nyesek banget , Uda ga jujur di awal berjuang sendiri untuk mencintai, tapi belum dapat kepastian dari Gama ... yang masih belum bisa lepas dari masa lalunya.. Memang ga enak kalau hadir bukan sebagai orang yang pertama...
Baca Semua Ulasan
Jejak Mistis di Situs Landheyan

Jejak Mistis di Situs Landheyan

Ia duduk di sana, mengayun-ayunkan kaki seperti sosok hantu anak kecil yang biasanya tidur di tempat itu setiap malam Rabu. “Gue berkomunikasi lewat gambar-gambar itu. Gambar-gambar ini juga nggak gila.” Januar mengamati satu per satu sketsa yang tergantung. Banyak hal terlintas di benaknya, hingga ia tidak bisa membuat satu makna solid atas guratan tangannya sendiri.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai sketsa gambar seram
Baca
+Pustaka
Pelayan Cantik Sang Presdir

Pelayan Cantik Sang Presdir

Serena menjulurkan leher ketika Helen membungkuk untuk mengambil sesuatu dari laci meja kerjanya. Sebuah buku sketsa lainnya Helen tunjukkan padanya. "Ada lima gambar di dalamnya. Dibuat pada tahun yang berbeda. Setiap goresannya mengandung doa dan harapan," ucap Helen dengan wajah sedikit sendu. Di depannya wanita yang memiliki warna mata seperti dirinya, menarik buku tersebut. Buku bersampul lukisan Menara Eiffel dan Sungai Shine lengkap dengan jembatannya.
1024.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 677 kali sebagai sketsa gambar seram
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status